Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Bursa Asia Cerah Senin (27/10) Pagi, Harapan Baru dari Kesepakatan Dagang AS - China

 

Pasar saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Senin (27/10/2025), dipimpin oleh kenaikan indeks Korea Selatan.

Setelah negosiator perdagangan utama Amerika Serikat (AS) dan China mencapai kerangka kesepakatan atas sejumlah isu yang selama ini diperdebatkan.

Langkah ini membuka jalan bagi Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping untuk menandatangani kesepakatan tersebut.

Indeks Kospi Korea Selatan melonjak 1,83% setelah mencetak rekor tertinggi pada perdagangan Jumat lalu.

Sementara itu, indeks Kosdaq naik 0,72%. Dari Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 1,16% dan Topix bertambah 1,07%.

Dalam wawancara dengan CBS News pada Minggu (26/10/2025), Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa rencana tarif 100% terhadap impor China “secara efektif sudah dibatalkan.”

Ia menambahkan, China diperkirakan akan meningkatkan pembelian kedelai dari AS serta menunda penerapan pembatasan ekspor logam tanah jarang (rare earth). Namun, AS akan tetap mempertahankan kontrol ekspor terhadap China.

Di pasar berjangka, Hang Seng Index Hong Kong diperdagangkan di level 26.256, lebih tinggi dibanding penutupan sebelumnya di 26.160,15, menandakan potensi pembukaan yang kuat.

Indeks S&P/ASX 200 Australia juga naik 0,54% pada awal sesi perdagangan.

Dari Wall Street, tiga indeks utama AS ditutup di level tertinggi sepanjang masa pada Jumat (24/10), setelah data inflasi yang melandai memperkuat optimisme investor bahwa Federal Reserve dapat melanjutkan siklus pemangkasan suku bunga.

Dow Jones Industrial Average menguat 472,51 poin atau 1,01% ke level 47.207,12—penutupan pertama kali di atas 47.000. S&P 500 naik 0,79% menjadi 6.791,69, sementara Nasdaq Composite meningkat 1,15% ke posisi 23.204,87.

Investor kini menanti keputusan The Fed terkait pemangkasan suku bunga yang diperkirakan akan diumumkan pekan ini, serta laporan keuangan sejumlah raksasa teknologi (Big Tech earnings) yang akan menjadi sentimen utama pasar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)