Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bursa Asia Cerah Senin (27/10) Pagi, Harapan Baru dari Kesepakatan Dagang AS - China

 

Pasar saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Senin (27/10/2025), dipimpin oleh kenaikan indeks Korea Selatan.

Setelah negosiator perdagangan utama Amerika Serikat (AS) dan China mencapai kerangka kesepakatan atas sejumlah isu yang selama ini diperdebatkan.

Langkah ini membuka jalan bagi Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping untuk menandatangani kesepakatan tersebut.

Indeks Kospi Korea Selatan melonjak 1,83% setelah mencetak rekor tertinggi pada perdagangan Jumat lalu.

Sementara itu, indeks Kosdaq naik 0,72%. Dari Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 1,16% dan Topix bertambah 1,07%.

Dalam wawancara dengan CBS News pada Minggu (26/10/2025), Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa rencana tarif 100% terhadap impor China “secara efektif sudah dibatalkan.”

Ia menambahkan, China diperkirakan akan meningkatkan pembelian kedelai dari AS serta menunda penerapan pembatasan ekspor logam tanah jarang (rare earth). Namun, AS akan tetap mempertahankan kontrol ekspor terhadap China.

Di pasar berjangka, Hang Seng Index Hong Kong diperdagangkan di level 26.256, lebih tinggi dibanding penutupan sebelumnya di 26.160,15, menandakan potensi pembukaan yang kuat.

Indeks S&P/ASX 200 Australia juga naik 0,54% pada awal sesi perdagangan.

Dari Wall Street, tiga indeks utama AS ditutup di level tertinggi sepanjang masa pada Jumat (24/10), setelah data inflasi yang melandai memperkuat optimisme investor bahwa Federal Reserve dapat melanjutkan siklus pemangkasan suku bunga.

Dow Jones Industrial Average menguat 472,51 poin atau 1,01% ke level 47.207,12—penutupan pertama kali di atas 47.000. S&P 500 naik 0,79% menjadi 6.791,69, sementara Nasdaq Composite meningkat 1,15% ke posisi 23.204,87.

Investor kini menanti keputusan The Fed terkait pemangkasan suku bunga yang diperkirakan akan diumumkan pekan ini, serta laporan keuangan sejumlah raksasa teknologi (Big Tech earnings) yang akan menjadi sentimen utama pasar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Kasus TaniHub bayangi iklim investasi start-up di Indonesia

RLCO Resmi IPO di BEI, Saham Langsung ARA Naik 34,52%, Hari Ini (9/12) Beli/Jual?