Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

The Fed Pangkas Suku Bunga: Apa Dampaknya pada Bitcoin?

 

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Amerika Serikat resmi memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Rabu (29/10/2025), menurunkan Federal Funds Rate ke kisaran 3,75%–4%. Namun, analis menilai keputusan ini sudah sepenuhnya “priced in” oleh pasar.

Melansir Cointelegraph Kamis (30/10/2025), menurut Matt Mena, analis pasar dari 21Shares, pemangkasan tersebut sudah diperkirakan luas oleh investor sehingga tidak memicu reaksi signifikan di pasar aset digital.

“November secara historis menjadi bulan yang positif bagi Bitcoin, dengan delapan dari dua belas tahun terakhir mencatatkan rata-rata imbal hasil 46,02%. Kami masih melihat potensi Bitcoin menembus rekor tertingginya sebelum akhir tahun,” kata Mena.

Harga Bitcoin (BTC) sendiri turun sekitar 2,4% ke US$110.466 setelah pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang menegaskan adanya perpecahan pandangan di internal FOMC terkait potensi pemangkasan lanjutan pada Desember.

Mengutip data Coinmarketcap per pukul 07.52 WIB, harga Bitcoin di US$110.549 atau turun 1,83% dalam 24 jam terakhir.

Dissent hawkish dari salah satu presiden The Fed regional menunjukkan bahwa keputusan berikutnya akan semakin sulit dicapai secara konsensus,” ujar Michael Pearce, Deputi Kepala Ekonom AS di Oxford Economics, dikutip dari Cointelegraph.

Para pelaku pasar menilai perbedaan pandangan ini dapat menahan arus likuiditas baru ke aset berisiko, termasuk kripto, yang sebelumnya terdorong oleh ekspektasi pelonggaran moneter agresif.

Berdasarkan data Chicago Mercantile Exchange (CME), sekitar 56% pelaku pasar memperkirakan Fed akan kembali menurunkan suku bunga ke kisaran 3,5%–3,75% pada Desember.

Sebelumnya, sejumlah bank besar seperti Bank of America, Citigroup, dan Goldman Sachs memproyeksikan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga pada 2025.

Meski kebijakan longgar biasanya menjadi katalis positif bagi aset, kali ini sentimen global masih dibayangi ketegangan dagang antara AS dan China, yang membuat investor berhati-hati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)