Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Emas Kembali Pecahkan Rekor Baru pada Rabu (16/10) ke Atas US$ 4.253 per ons troi

 

Harga emas naik di atas US$ 4.253 per ons troi pada Kamis (16/10). Harga emas melanjutkan reli ke rekor baru, didorong oleh permintaan safe haven dan meningkatnya ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) yang dovish. 

Seperti dikutip Tradingeconomics, Kamis (16/10), pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell baru-baru ini yang menyoroti tanda-tanda melemahnya pasar tenaga kerja mendorong investor untuk hampir sepenuhnya memperhitungkan penurunan suku bunga 25 bps pada pertemuan bulan ini, dengan kemungkinan lainnya pada bulan Desember. 
Prospek tersebut juga membebani dolar AS, membuat emas lebih menarik bagi pembeli asing. 

Dalam perkembangan perdagangan, para pejabat AS pada hari Rabu mengecam pembatasan ekspor tanah jarang yang lebih ketat oleh Tiongkok, memperingatkan bahwa hal itu menimbulkan risiko bagi rantai pasokan global dan menyarankan kemungkinan tindakan balasan AS. 

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Washington juga dapat memberlakukan batasan ekspor atau tarif pada impor minyak Rusia milik Tiongkok jika dikoordinasikan dengan mitra Eropa. Sementara itu, penutupan pemerintah AS yang berkepanjangan terus menimbulkan risiko pada ekonomi AS dan menambah kegelisahan pasar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025