Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Produksi Nikel Vale Indonesia Turun pada Kuartal II 2022, Ini Penyebabnya

 

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengumumkan hasil produksi sepanjang kuartal II 2022. Pada periode tersebut, perseroan berhasil memproduksi 12.567 metrik ton nikel dalam matte.

Volume produksi pada kuartal II 2022 tercatat 9 persen lebih rendah dibanding kuartal I 2022, dan lebih rendah 16 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Manajemen Vale Indonesia menjelaskan, penggantian atap Tanur 1 dan shutdown pemeliharaan penuh pada awal Juni telah menyebabkan produksi pada kuartal II 2022 lebih rendah dibandingkan dengan kuartal I 2022. Sedangkan pelaksanaan pembangunan kembali Tanur 4 telah menyebabkan produksi pada kuartal II 2022 lebih rendah dibandingkan dengan kuartal II 2021.

Secara keseluruhan, produksi pada paruh pertama tahun ini tercatat sebesar 26.394 metrik ton, 13 persen lebih rendah dibandingkan dengan produksi pada semester I 2021 sebesar 30.246 metrik ton.

CEO dan Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk, Febriany Eddy mengatakan, hal itu disebabkan oleh adanya pelaksanaan proyek pembangunan kembali Tanur 4.

“Dengan senang hati saya informasikan bahwa Tanur 4 kami sudah mulai menyala sejak 18 Juni 2022. Pembangunan Tanur 4 dilakukan selama enam bulan atau 187 hari. Selama pembangunan berjalan, kami senang tidak ada cedera yang serius terhadap tim proyek”, kata dia dalam keterbukaan informasi Bursa, Selasa (19/7/2022).

Febriany menabahkan konstruksi itu direncanakan, dilaksanakan, dan dikendalikan untuk memenuhi target proyek dengan mengutamakan keselamatan sebagai nilai perseroan.

Sebelumnya, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) hingga USD 200 juta atau sekitar Rp 2,96 triliun (kurs Rp 14.818 per USD) hingga akhir tahun.

Direktur Keuangan PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto mengatakan, belanja modal perseroan utamanya akan dialokasikan untuk memastikan operasional blok Sorowako.

"Total yang dialokasikan tahun ini kisaran USD 160–200 juta. Sebagian besar memang dialokasikan untuk sustaining Sorowako,” kata dia dalam paparan publik perseroan, Selasa (21/6/2022).

Selain untuk sustaining blok Sorowako, belanja modal juga akan dialokasikan untuk untuk mempersiapkan pembangunan ulang tungku (rebuild furnace.

"Seperti yang diketahui pada tahun ini kami mengeksekusi proyek proyek rebuild furnace 4. Jadi sebagian besar capex dialokasikan untuk itu. Kemudian ada yang dialokasikan untuk mine development,” imbuh Bernardus.

Selain itu, ada juga belanja modal reguler yang digunakan untuk pembenahan alat-alat tambang dan lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini