Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Produksi Nikel Vale Indonesia Turun pada Kuartal II 2022, Ini Penyebabnya

 

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengumumkan hasil produksi sepanjang kuartal II 2022. Pada periode tersebut, perseroan berhasil memproduksi 12.567 metrik ton nikel dalam matte.

Volume produksi pada kuartal II 2022 tercatat 9 persen lebih rendah dibanding kuartal I 2022, dan lebih rendah 16 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Manajemen Vale Indonesia menjelaskan, penggantian atap Tanur 1 dan shutdown pemeliharaan penuh pada awal Juni telah menyebabkan produksi pada kuartal II 2022 lebih rendah dibandingkan dengan kuartal I 2022. Sedangkan pelaksanaan pembangunan kembali Tanur 4 telah menyebabkan produksi pada kuartal II 2022 lebih rendah dibandingkan dengan kuartal II 2021.

Secara keseluruhan, produksi pada paruh pertama tahun ini tercatat sebesar 26.394 metrik ton, 13 persen lebih rendah dibandingkan dengan produksi pada semester I 2021 sebesar 30.246 metrik ton.

CEO dan Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk, Febriany Eddy mengatakan, hal itu disebabkan oleh adanya pelaksanaan proyek pembangunan kembali Tanur 4.

“Dengan senang hati saya informasikan bahwa Tanur 4 kami sudah mulai menyala sejak 18 Juni 2022. Pembangunan Tanur 4 dilakukan selama enam bulan atau 187 hari. Selama pembangunan berjalan, kami senang tidak ada cedera yang serius terhadap tim proyek”, kata dia dalam keterbukaan informasi Bursa, Selasa (19/7/2022).

Febriany menabahkan konstruksi itu direncanakan, dilaksanakan, dan dikendalikan untuk memenuhi target proyek dengan mengutamakan keselamatan sebagai nilai perseroan.

Sebelumnya, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) hingga USD 200 juta atau sekitar Rp 2,96 triliun (kurs Rp 14.818 per USD) hingga akhir tahun.

Direktur Keuangan PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto mengatakan, belanja modal perseroan utamanya akan dialokasikan untuk memastikan operasional blok Sorowako.

"Total yang dialokasikan tahun ini kisaran USD 160–200 juta. Sebagian besar memang dialokasikan untuk sustaining Sorowako,” kata dia dalam paparan publik perseroan, Selasa (21/6/2022).

Selain untuk sustaining blok Sorowako, belanja modal juga akan dialokasikan untuk untuk mempersiapkan pembangunan ulang tungku (rebuild furnace.

"Seperti yang diketahui pada tahun ini kami mengeksekusi proyek proyek rebuild furnace 4. Jadi sebagian besar capex dialokasikan untuk itu. Kemudian ada yang dialokasikan untuk mine development,” imbuh Bernardus.

Selain itu, ada juga belanja modal reguler yang digunakan untuk pembenahan alat-alat tambang dan lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025