Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Bukalapak Dinobatkan Best Company to Work dan The Most Caring Company 2022

 PT Bukalapak.com (BUKA) atau Bukalapak kembali dinobatkan sebagai Best Company to Work For 2022 dari HR Awards selama 4 tahun berturut-turut.

Pada 2022, Bukalapak juga menerima WeCare Awards dari Komite HR Asia Awards sebagai The Most Caring Company. "Penghargaan ini merupakan bukti dari komitmen Bukalapak dalam memprioritaskan kebutuhan karyawan baik dalam segi kesehatan, kesejahteraan, maupun pengembangan," kata SVP of Talent Bukalapak, Suryo Sasono dalam keterangan resmi, Jumat (22/7/2022).

Selama pandemi COVID-19, Bukalapak terus meningkatkan fasilitas dan fokus pada kesejahteraan karyawan. Salah satunya adalah dengan memberikan pencegahan dan perawatan COVID-19 lengkap bagi karyawan dan keluarga karyawan. Ditambah dukungan akses isolasi mandiri, serta memperluas manfaat medis untuk mencakup semua penyakit terkait Covid-19.

Bukalapak juga baru saja memperluas cakupan asuransi kesehatan karyawan untuk menanggung penyakit kritis seperti HIV dan pengobatan kanker. Tidak hanya itu, Bukalapak juga meningkatkan tunjangan kesehatan bagi karyawan wanita untuk juga mencakup suami dan anak.

Untuk mendukung kebutuhan dasar karyawan, Bukalapak juga meluncurkan Program Kepemilikan Perumahan yang bermitra dengan Bank Syariah Indonesia.

"Dalam masa krisis, sangat penting untuk memastikan kelengkapan dari kesejahteraan karyawan, baik secara fisik maupun mental. Kami percaya bahwa jika kami memperhatikan kesejahteraan karyawan, pada gilirannya karyawan akan turut termotivasi untuk membantu keberlangsungan dari organisasi kita,” kata Suryo.

Penghargaan HR Asia Awards adalah apresiasi kepada organisasi-organisasi yang dipandang oleh para karyawannya sebagai salah satu tempat kerja terbaik di Asia.

Penerima penghargaan ini adalah perusahaan dari berbagai industri dengan praktek pengelolaan sumber daya manusia yang baik mencakup 14 pasar di seluruh wilayah Asia mulai dari China, Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Taiwan, Kamboja, Korea Selatan, Vietnam, India, Makau, dan Sri Lanka.

Dengan diraihnya HR Asia Awards 2022, Bukalapak menambah panjang daftar penghargaannya di bidang sumber daya manusia. Di antaranya adalah HR Excellence Awards dari Majalah SWA berturut turut pada 2018 dan 2019 untuk kategori Compensation and Benefit Strategy serta Learning and Development Strategy dan pada 2019 untuk kategori Performance Management dan HR Transformation.

Pada 2019 dan 2020, Bukalapak meraih gelar Best Company to Work For dan The Most Caring Company atau WeCare Certification dari HR Asia Awards. Dan pada 2021, Bukalapak turut meraih gelar Best Company to Work For dari HR Asia Awards. Pada 2022, Bukalapak meraih penghargaan internasional lainnya yaitu Best Employer Awards 2022 pada kategori Tech Talent Magnet dari Glints Asia.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025