Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Infografis Pemberian Vaksin Covid-19 Dosis 4 untuk Tenaga Kesehatan

 


Kementerian Kesehatan atau Kemenkes menyetujui pemberian vaksin Covid-19 dosis ke-4 atau booster ke-2. Namun saat ini vaksinasi Covid-19 dosis 4 hanya dikhususkan untuk tenaga kesehatan atau nakes maupun sumber daya manusia atau SDM kesehatan.

"Hari ini saya buat surat edaran pelaksanaannya bagi SDM kesehatan. yang sudah dapat booster pertama untuk dilanjutkan booster kedua," ujar Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit atau Dirjen P2P Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu, Kamis 28 Juli 2022.

Rencananya, pelaksanaan penyuntikan vaksin booster kedua bagi para SDM kesehatan itu mulai berlangsung secepatnya. "Besok, tanggal 29 Juli 2022," imbuh Dirjen P2P Kemenkes.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan atau Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam kunjungan ke Palembang, Sumatra Selatan, mengatakan stok vaksin Covid-19 di Indonesia masih banyak. Melihat jumlah tenaga kesehatan sekitar 4 juta, maka kebutuhan vaksin sebanyak itu tersedia untuk vaksin booster ke-2.

Adapun epidemiolog Dicky Budiman menyambut baik pemberian vaksin booster ke-2 pada tenaga kesehatan. Sebab, penting bagi tenaga kesehatan sebagai kelompok berisiko mendapatkan vaksin penguat.

"Situasi saat ini masih pandemi, masih rawan, sehingga dengan proteksi maksimal dan optimal untuk nakes. Selain vaksinasi juga perlu dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD)," kata epidemiolog dan peneliti di Griffith University Australia tersebut.

Bagaimana cakupan vaksin Covid-19 dosis 3 di Indonesia, terutama di kalangan tenaga kesehatan? Bagaimana ragam tanggapan vaksinasi Covid-19 dosis 4 untuk nakes? Simak selengkapnya dalam rangkaian Infografis berikut ini:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini