Bursa Asia Beragam, Mayoritas Indeks Naik pada Selasa (28/4) Pagi

  Bursa Asia dibuka beragam pada perdagangan Selasa (28/4/2026), dengan mayoritas indeks naik. Mengutip Bloomberg, pukul 08.27 WIB, indeks Nikkei 225 turun 331,95 poin atau 0,57% ke 60.196,23, Hang Seng turun 111,28 poi atau 0,43% ke 25.814,37, Taiex naik 86,36 poin atau 0,21% ke 39.699,70, Kospi naik 87,32 poin atau 1,31% ke 6.701,95, ASX 200 turun 42,95 poin atau 0,49% ke 8.723,40, Straits Times naik 33,30 poin atau 0,68% ke 4.925,12 dan FTSE Malaysia naik 9.30 poin atau 0,54% ke 1.726,57. Bursa Asia bergerak variasi namun masih bertahan di dekat level tertinggi sejak akhir Februari karena para pedagang menanti katalis baru dari Timur Tengah, serta serangkaian keputusan bank sentral dan pendapatan dari perusahaan-perusahaan teknologi besar pekan ini. Mengutip Bloomberg, bank sentral di dunia secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya. Investor kini mengalihkan fokus ke laporan pendapatan raksasa teknologi untuk menguji apakah reli saham baru-baru ini ...

Mengulik Sistem Penggerak Roda dan Fitur Keselamatan Wuling Air ev

 

Wuling Air ev semakin dekat kehadirannya di pasar otomotif Indonesia. Meski spesifikasinya belum diungkapkan secara rinci, namun sedikit demi sedikit Wuling Motors mulai membeberkannya.

Saat pengumuman nama Wuling Air ev serta memamerkan interiornya secara virtual beberapa waktu lalu, Danang Wiratmoko, Product Planning Wuling Motors sempat menyinggung sistem penggerak dan juga fitur keamanan dan keselamatan mobil listrik ini.

Dirinya menyebut, Wuling Air ev menggunakan sistem penggerak roda belakang.

"Secara arsitektur kendaraan, sistem penggeraknya itu adalah penggerak roda belakang. Jadi dari baterai utama yang terletak di bagian bawah kendaraan atau floor panel, nanti energi listriknya akan disalurkan ke motor penggerak yang letaknya ada di axel belakang," terangnya saat itu.

Selain itu, dirinya juga menjelaskan bagaimana Wuling merancang Air ev, termasuk pembagian bobotnya. "Ketika kami merancang sebuah mobil pasti mempertimbangkan tidak hanya dimensinya tapi juga pembagian beratnya," ujar Danang.

"Pada umumnya, setiap mobil listrik itu menggendong baterai bertegangan tinggi yang bobotnya itu relatif berat, jadi walaupun mobil ini dimensinya compact tetapi pembagian bobotnya itu cukup stabil karena center of gravity-nya itu ada di bawah," tambahnya.

"Dengan konstruksi seperti itu maka penggunaan suspensinya pastinya juga disesesuaikan antara kelenturannya atau rigidity-nya itu akan sesuai dengan berat secara total mobil ini," sambungnya lagi.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan, kendaraan listrik ini sudah dilengkapi dengan dua buah airbag untuk perlindungan safety pasifnya.

Selain itu, rangka yang digunakan menggunakan material baja yang sangat kuat sehingga mampu memberikan perlindungan terhadap benturan.

"Walaupun mobil ini dimensinya compact tapi konstruksinya menggunakan high strength steel atau baja berkekuatan tinggi yang komposisinya cukup banyak. Jadi secara pengamanan terhadap risiko benturan cukup melindungi penumpangnya," ujar Danang.

Bicara soal fitur, dirinya menyebut Air ev telah dilengkapi fitur IoV seperti yang diadopsi Almaz RS dan new Cortez.

"Sudah terkonfirmasi, mobil listrik pertama Wuling di Indonesia ini akan dilengkapi Internet of Vehicle (IoV), tapi untuk fitur lainnya tunggu saat peuncuran nanti," pungkasnya.

Sekadar informasi, buku pemesanan Wuling Air ev sudah dibuka dengan banderol Rp 250 juta untuk tipe Standard Range dan Rp 300 juta untuk Long Range. Harga tersebut masih berstatus estimasi untuk wilayah DKI Jakarta.

Pilihan warnanya sendiri terdiri dari peach pink, pristine white, galaxy blue, avocado green, dan lemon yellow.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)