Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bola Ganjil: Sembarangan Berusaha Cetak Gol Penalti Panenka, Pekerjaan Jadi Taruhan

 

Seperti profesi lain, pemain sepak bola sebagai profesional juga terancam pemutusan hubungan kerja. Skenario tersebut terjadi jika yang bersangkutan melakukan kesalahan fatal.

Bola Ganjil sudah menceritakan nasib buruk sejumlah nama yang berbohong. Mereka mengabaikan tugas karena memilih berada di tempat lain.

 mesti mencari klub baru usai mangkir dari kewajiban sebagai penggawa Deportivo La Coruna. Dia mengaku positif Covid-19 dan tidak bisa bermain pada laga Divisi III melawan Talavera, akhir April lalu.

Padahal Menudo sebenarnya pergi ke Estadio La Cartuja untuk menyaksikan tim kesayangan Real Betis menghadapi Valencia di final Copa del Rey.

"Setelah apa yang terjadi, klub mengambil keputusan berdasar prinsip yang harus dihormati," kata pelatih Deportivo Borja Jimenez dilansir ESPN.

Adil Rami kehilangan kontrak di Olympique Marseille pada 2019 usai ambil bagian pada acara televisi. Saat itu dia semestinya fokus memulihkan cedera.

Serdar Aziz lain lagi. Dia absen pada laga terakhir sebelum jeda musim pada 2018 bersama Galatasaray. Aziz beralasan tidak kuat bermain karena terkena diare.

Nyatanya, beberapa hari kemudian, dia tertangkap basah sedang menikmati kolam renang hotel mewah di Maladewa. Adalah istri Aziz yang tidak sengaja membocorkan perilaku suaminya karena mengunggah foto tersebut di media sosial. Aziz pun dilepas pada bursa transfer Januari.

Situasi Brendix Parra lebih tragis lagi. Dia sebenarnya tidak melakukan pelanggaran fatal yang mencoreng nama klub. Parra justru dipecat karena berusaha mempersembahkan kemenangan bagi tim. Namun, manajemen berpandangan lain dan menilainya gegabah mengambil langkah berisiko.

Parra tengah memperkuat klub Paraguay Independiente de Campo Grande pada babak pertama Copa Sudamericana 2019 melawan wakil Ekuador La Equidad.

Kedua tim terkunci pada skor 0-0 dalam dua leg. Untuk mencari pemenang, adu penalti terpaksa digelar.

Parra bertindak sebagai algojo ketiga. Dia coba mengecoh kiper lawan dengan melakukan Panenka, tendangan melambung pelan ke tengah gawang. Namun triknya mudah ditebak dan usahanya pun digagalkan. Independiente akhirnya tersisih karena kalah 3-4.

Pemain Venezuela tersebut jadi kambing hitam. Kontraknya dengan klub langsung diputus. "Manajemen memutuskan memberhentikan Parra setelah melihat bagaimana dia mengambil penalti," kata Presiden Independiente Eriberto Gamarra dilansir ESPN.

Nasib Parra tergolong tragis. Pasalnya, Jose Baez dan Reinaldo Benitez juga gagal menjalankan tugas sebagai eksekutor bagi Independiente.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini