Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Gelar Talkshow Kesehatan Gigi, Unilever Indonesia Ajak Rawat Kesehatan Gigi dan Mulut Sejak Dini

 

Masih dalam rangka World Oral Health day (WOHD), Unilever Indonesia melalui brand Pepsodent bersama PDGI menggelar talkshow interaktif, “Bincang Tokoh Inspiratif: Jaga Kesehatan Gigi Mulut untuk Hidup Berkualitas Hingga Usia Lanjut”, di Atrium Senayan Park, Sabtu (2/7).

Pada talkshow kali ini, turut hadir secara luring drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., Head of Professional Marketing Personal Care Unilever dan drg. Usman Sumantri, MSc Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia. Dan secara daring, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, Sp.M(K), Menteri Kesehatan RI 2014-2019 dan dr. Nafsiah Mboi, Sp.A., M.P.H., Menteri Kesehatan RI 2012-2014.

Karies atau gigi berlubang masih mendominasi permasalahan gigi dan mulut di Indonesia. Ditemukan 7 dari 10 masyarakat Indonesia menderita gigi berlubang. Prevalensi karies gigi dan pengalaman karies gigi (DMFT) menurut usia standar WHO pada tahun 2018 menunjukan pada usia 12 tahun persentase penduduk yang memiliki karies gigi sebanyak 65,5% serta pada usia 65 tahun sebesar 95%. Hal itu yang disorot oleh drg. Usman Sumantri, MSc Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia dalam talkshow kali ini.

“Meski sebanyak 94,7% masyarakat rutin menyikat gigi, hanya 2,8% yang melakukannya di waktu yang tepat, pada pagi setelah makan dan malam sebelum tidur,” ujarnya.

“Seharusnya, jika itu dilakukan secara tepat, 20 gigi sampai lanjut usia itu tetap berfungsi, namun, faktanya 11 gigi sudah tanggal,” tambahnya.

Dengan kondisi seperti itu, akan menyebabkan berbagai macam hal yang dapat mengganggu kesehatan tubuh secara sistemik, selain mengganggu estetika dan kenyamanan penampilan.

“Sering tidak dirawat, sampai dia sakit, bengkak, itu bisa terjadi terlukanya pembuluh darah. Dia bisa masuk ke jantung, bakterinya. Bisa ke ginjal. Ini yang menjadikan bakteri berkembang dan berbahaya untuk kesehatan tubuh,” jelas drg. Usman.

Menjaga kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang penting termasuk pada anak-anak. Untuk itu, perlu memberikan pemahaman akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut sedari dini.

Pemahaman tersebut bisa diberikan dalam ruang lingkup mikro, seperti pendidikan dalam keluarga. Namun, sekolah juga memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman terhadap kesehatan gigi dan mulut.

“Dulu waktu saya sekolah, diperiksa betul, sebelum sekolah sikat gigi nggak, kukunya bersih nggak, dan sebagainya. Saya kira itu berpengaruh sekali, termasuk juga tentu, makanan apa yang dimakan, olahraga, dan sebagainya,” cerita Nafsiah Mboi.

“Sikat gigi dua kali sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur itu sudah normal, untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Dan satu lagi, jangan merokok, nanti gigimu kuning,” tambahnya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini