Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

BNI Sekuritas Sebut Minat Investasi Jalan Tol Masih Tinggi

 

PT BNI Sekuritas (BNIS) memprediksi minat investasi jalan tol masih tetap tinggi sejalan dengan pembangunan jalan tol yang masih luas.

Hal itu disampaikan dalam acara workshop tentang perkembangan kondisi usaha jalan tol 2022.  BNI Sekuritas, anak usaha PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) gelar workshop tersebut untuk memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai perkembangan kondisi usaha jalan tol terkini seiring dengan pemulihan ekonomi saat ini.

Pulihnya ekonomi pasca pandemi Covid-19 membuat dunia bisnis kini mulai bangkit kembali salah satunya adalah usaha jalan tol. Sebelumnya, selama pandemi, jalan tol mengalami penurunan kepadatan lalu lintas sebagai akibat dari pembatasan sosial.

"Pasca pandemi Covid-10, aktivitas masyarakat terlihat semakin tinggi yang terlihat dari kondisi volum trafik jalan tol yang semakin meningkat. Di samping itu, pembangunan infrastruktur jalan tol di Indonesia tengah bertumbuh, sehingga dapat membuka akses dan meningkatkan keterhubungan antar wilayah, daerah dan meningkatkan efisiensi serta produktifitias masyarakat,” ujar Direktur Utama BNI Sekuritas Agung Prabowo di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (17/7/2022).

Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Pekerjaan Umum (PUPR) membuka peluang investasi jalan tol dengan nilai mencapai Rp 82 triliun. Terdapat 41 ruas jalan tol sepanjang 2.500 kilometer (km) yang diharapkan dapat dibangun hingga tahun 2024.

Di sisi lain, berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), hingga Juni 2022, terdapat 2.493,42 km jalan yang telah beroperasi di Indonesia dan tersebar di pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi.

Hingga kini, terdapat 66 ruas tol yang telah resmi beroperasi seluruhnya dan 30 ruas tol sedang dalam tahap konstruksi. BNI Sekuritas melihat minat investasi jalan tol masih tetap tinggi ke depannya seiring dengan pembangunan jalan tol yang masih luas.

Di samping itu, pemerintah juga akan segera memulai proses pembangunan jalan tol di Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam 6 bulan terakhir ini, Divisi Investment banking BNI Sekuritas selaku penasihat keuangan telah berhasil membantu menyelesaikan 2 transaksi jalan tol.

Ke depan, BNI Sekuritas akan terus berkomitmen dalam membantu penyelesaian transaksi jalan tol sebagai bentuk komitmen perusahaan.

Acara workshop ini sebagai bentuk pelayanan kepada klien dan nasabah BNI Sekuritas. Acara ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih holistik serta selanjutnya dapat membuka peluang lebih kepada semua pemangku kepentingan, lenders, dan calon investor untuk dapat berkolaborasi dan berpartisipasi dalam pengembangan bisnis jalan tol di Indonesia.

Workshop ini dihadiri oleh Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (Wamen BUMN) II Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Corporate Banking BNI Silvano Rumantir, Direktur Utama BNI Sekuritas Agung Prabowo, Kepala Subdirektorat Perencanaan Teknis Jalan Bebas Hambatan Dedy Gunawan, Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Unsur Profesi Koentjahjo Pamboedi dan sejumlah instansi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini