Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

  Visi Media Asia Bidik Pertumbuhan Pendapatan Tiga Persen pada 2023


PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) menargetkan pertumbuhan pendapatan minimal 3 persen pada 2023. 

Direktur Visi Media Asia, Jastiro Abi mengatakan, pihaknya menargetkan pertumbuhan pendapatan minimal sebesar 3 persen pada 2023.  "Untuk tahun 2023 nanti, pertumbuhannya sekitar 3 persen industri. Ini kita harapkan, kita minimum harus mencapai 3 persen,” kata Jastiro Abi dalam paparan publik Visi Media Asia, Rabu (14/12/2022).

Sedangkan, pada 2022, Visi Media Asia menargetkan pendapatan Rp 1,7 triliun. Namun, untuk ke depan, manajemen Perseroan selalu mengarahkan pertumbuhan sesuai dengan industri.

“Jadi, untuk tahun ini, kita menargetkan revenue Rp 1,7 triliun untuk ke depannya sebagai grup kita selalu mengarahkan pertumbuhan pendapatan minimal harus sesuai industri, minimum,” kata dia. 

Mengutip laporan keuangan, Visi Media Asia mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 1,32 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,32 triliun atau meningkat tipis 0,40 persen. 

Pendapatan usaha Visi Media Asia per kuartal III 2022 masih didominasi oleh segmen bisnis iklan sebesar Rp 1,28 triliun. Adapun, pendapatan Visi Media Asia dari segmen bisnis non iklan per kuartal III 2022 tercatat sebesar Rp 42,74 miliar. 

Sementara itu, rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk membengkak 67,11 persen dari Rp 655,35 miliar per kuartal III 2021 menjadi Rp 1,09 triliun per kuartal III 2022.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini