Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

  Visi Media Asia Bidik Pertumbuhan Pendapatan Tiga Persen pada 2023


PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) menargetkan pertumbuhan pendapatan minimal 3 persen pada 2023. 

Direktur Visi Media Asia, Jastiro Abi mengatakan, pihaknya menargetkan pertumbuhan pendapatan minimal sebesar 3 persen pada 2023.  "Untuk tahun 2023 nanti, pertumbuhannya sekitar 3 persen industri. Ini kita harapkan, kita minimum harus mencapai 3 persen,” kata Jastiro Abi dalam paparan publik Visi Media Asia, Rabu (14/12/2022).

Sedangkan, pada 2022, Visi Media Asia menargetkan pendapatan Rp 1,7 triliun. Namun, untuk ke depan, manajemen Perseroan selalu mengarahkan pertumbuhan sesuai dengan industri.

“Jadi, untuk tahun ini, kita menargetkan revenue Rp 1,7 triliun untuk ke depannya sebagai grup kita selalu mengarahkan pertumbuhan pendapatan minimal harus sesuai industri, minimum,” kata dia. 

Mengutip laporan keuangan, Visi Media Asia mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 1,32 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,32 triliun atau meningkat tipis 0,40 persen. 

Pendapatan usaha Visi Media Asia per kuartal III 2022 masih didominasi oleh segmen bisnis iklan sebesar Rp 1,28 triliun. Adapun, pendapatan Visi Media Asia dari segmen bisnis non iklan per kuartal III 2022 tercatat sebesar Rp 42,74 miliar. 

Sementara itu, rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk membengkak 67,11 persen dari Rp 655,35 miliar per kuartal III 2021 menjadi Rp 1,09 triliun per kuartal III 2022.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)