Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Demo Pekerja Pabrik iPhone Foxconn di Tiongkok Berujung Ricuh

 


di pabrik iPhone Foxconn di Zhengzhou, Tiongkok, berlangsung ricuh. Video kericuhan yang beredar di media sosial menunjukkan para pekerja terlibat bentrok dengan polisi bertongkat dan berbaju hazmat.

Aksi Protes ini terjadi setelah para pekerja mengetahu pembayaran bonus akan ditunda. Sebelumnya, mereka juga sudah berada di bawah karantina atau lockdown karena Covid-19 selama beberapa minggu.

Dilaporkan The Wall Street Journal, mengutip The Verge, Kamis (24/11/2022), protes dimulai pada Selasa malam pekan ini, di dekat akomodasi karyawan.

Pengendalian Covid-19 yang ketat dilaporkan telah membuat para pekerja harus terisolasi, memaksa mereka untuk tinggal dan bekerja di fasilitas itu, demi mencegah penyebaran penyakit di Zhengzhou.

Di bulan Oktober, beberapa karyawan diketahui telah pergi dari pabrik, membuat Foxconn menjanjikan insentif seperti gaji yang lebih tinggi, serta bonus, demi mempertahankan stafnya.

Rekaman video menunjukkan ratusan pekerja yang memprotes sambil berteriak, "Berikan gaji kami!" sambil dikelilingi polisi anti huru hara dan petugas berpakaian hazmat.

Dalam sebuah siaran langsung lain, para pekerja juga memprotes kurangnya makanan selain pembayaran yang tertunda.

"Mereka mengubah kontrak sehingga kami tidak bisa mendapatkan subsidi seperti yang mereka janjikan. Mereka mengkarantina kami tetapi tidak menyediakan makanan," kata pekerja pabrik iPhone itu.

Mengutip Engadget, pekerja lain juga mengungkapkan kekhawatirannya soal mereka yang malah akan tertular Covid-19.

Dikutip dari CNA, Foxconn pada hari Rabu waktu setempat pun mengonfirmasi adanya kericuhan tersebut.

Dalam pernyataannya, perusahaan Taiwan itu mengklaim telah memenuhi kontrak pembayarannya, dan bahwa laporan pekerja yang terinfeksi, yang tinggal di fasilitas dengan rekrutan baru, adalah tidak benar.

"Terkait kekerasan apapun, perusahaan akan terus berkomunikasi dengan karyawan dan pemerintah untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali," tambah perusahaan.

Sumber yang mengetahui situasi ini juga menyebut produksi di pabrik tidak terpengaruh oleh keresahan para pekerja, di mana produksi juga disebut tetap normal.

Selain itu, sumber juga menambahkan "hanya sebagian" dari pekerja baru yang ikut serta dalam kerusuhan tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025