Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Demo Pekerja Pabrik iPhone Foxconn di Tiongkok Berujung Ricuh

 


di pabrik iPhone Foxconn di Zhengzhou, Tiongkok, berlangsung ricuh. Video kericuhan yang beredar di media sosial menunjukkan para pekerja terlibat bentrok dengan polisi bertongkat dan berbaju hazmat.

Aksi Protes ini terjadi setelah para pekerja mengetahu pembayaran bonus akan ditunda. Sebelumnya, mereka juga sudah berada di bawah karantina atau lockdown karena Covid-19 selama beberapa minggu.

Dilaporkan The Wall Street Journal, mengutip The Verge, Kamis (24/11/2022), protes dimulai pada Selasa malam pekan ini, di dekat akomodasi karyawan.

Pengendalian Covid-19 yang ketat dilaporkan telah membuat para pekerja harus terisolasi, memaksa mereka untuk tinggal dan bekerja di fasilitas itu, demi mencegah penyebaran penyakit di Zhengzhou.

Di bulan Oktober, beberapa karyawan diketahui telah pergi dari pabrik, membuat Foxconn menjanjikan insentif seperti gaji yang lebih tinggi, serta bonus, demi mempertahankan stafnya.

Rekaman video menunjukkan ratusan pekerja yang memprotes sambil berteriak, "Berikan gaji kami!" sambil dikelilingi polisi anti huru hara dan petugas berpakaian hazmat.

Dalam sebuah siaran langsung lain, para pekerja juga memprotes kurangnya makanan selain pembayaran yang tertunda.

"Mereka mengubah kontrak sehingga kami tidak bisa mendapatkan subsidi seperti yang mereka janjikan. Mereka mengkarantina kami tetapi tidak menyediakan makanan," kata pekerja pabrik iPhone itu.

Mengutip Engadget, pekerja lain juga mengungkapkan kekhawatirannya soal mereka yang malah akan tertular Covid-19.

Dikutip dari CNA, Foxconn pada hari Rabu waktu setempat pun mengonfirmasi adanya kericuhan tersebut.

Dalam pernyataannya, perusahaan Taiwan itu mengklaim telah memenuhi kontrak pembayarannya, dan bahwa laporan pekerja yang terinfeksi, yang tinggal di fasilitas dengan rekrutan baru, adalah tidak benar.

"Terkait kekerasan apapun, perusahaan akan terus berkomunikasi dengan karyawan dan pemerintah untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali," tambah perusahaan.

Sumber yang mengetahui situasi ini juga menyebut produksi di pabrik tidak terpengaruh oleh keresahan para pekerja, di mana produksi juga disebut tetap normal.

Selain itu, sumber juga menambahkan "hanya sebagian" dari pekerja baru yang ikut serta dalam kerusuhan tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025