Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Kocak, Beda Nasib Sandal Gus Dur dan Jokowi di Pesantren El Bayan Cilacap

 


Haul ke-13 Gus Dur atau KH Abdurrahman Wahid bisa tidak bisa mengingatkan kita terhadap berbagai kisah sosok Presiden ke-4 Indonesia ini.

Gus Dur, sang Ketua Umum PBNU tiga kali itu adalah sosok cerdas. Di sisi lain, Gus Dur juga dikenal dengan humornya.

Berbagai kisah Gus Dur juga sangat kocak. Misalnya, yang terjadi di Pondok Pesantren El Bayan, Majenang, Cilacap ini. Ini adalah kisah sandal Gus Dur dan Jokowi.

Siapa tak kenal KH Abdurrahman Wahid, alias Gus Dur, gus-nya orang NU se-dunia. Gus Dur adalah sosok yang cerdas, berpikiran lebih maju dibanding zamannya, sekaligus sosok kontroversial dan penuh humor. Maka, oleh beberapa kalangan, ia diyakini sebagai wali di zaman modern. Terlebih para santri di pondok pesantren.

Alkisah, suatu hari, mendekati Pemilu 1999, Gus Dur melakukan safari, atau dalam istilah santri, sowan ke kiai-kiai khos. Tersebutlah, kiai karismatik Majenang, Kabupaten Cilacap, KH Najmudin, pengasuh Pondok Pesantren El Bayan. KH Najmudin atau panggilan akrabnya, Mbah Naj, memiliki ratusan santri baik putra maupun putri.

Sosok Mbah Naj, masa itu, adalah pengejawantahan nadhlidiyin, sekaligus merepresentasikan kekuatan politik Islam. Keilmuannya, amat mumpuni. Mulai dari fikih, hingga ilmu karomah. Tak aneh, jika Gus Dur pun takzim dan sowan kepada kiai sepuh ini.

Singkat cerita, tibalah rombongan Gus Dur di rumah Mbah Naj. Lantas, layaknya tamu, mereka pun dijamu dan berbincang santai dengan seluruh anggota rombongan. Perihal maksud dan tujuan Gus Dur sowan kepada Mbah Naj, seperti kebiasaan para kiai, hanya diketahui oleh dua ulama besar ini, empat mata.

Usai sowan, rombongan Gus Dur kala itu hendak salat berjemaah di masjid pesantren yang letaknya berhadapan dengan rumah Mbah Naj. Celaka, sandal Gus Dur tinggal satu. Pasangannya, hilang. Pengikut Gus Dur, santri, dan pengurus pondok pun mencari ke berbagai penjuru. Namun, satu sandal itu tak ditemukan.

Maka dengan kerelaan hati, Gus Dur meminjam sandal yang tersedia di halaman. Ia paham, tabiat santri yang suka meminjam tanpa bilang-bilang (gasab).

"Gus Dur sangat paham dengan dunia santri. Beliau meyakini, bahwa santri yang mengambil itu tak berniat mencuri. Si santri hanya ingin karomah Gus Dur," tutur Lurah Pondok El Bayan Majenang kepada Liputan6.com, Muhammad Ajid, Minggu, 22 Agustus 2017.

Dengan kerelaan hati pula, Gus Dur, ketika berpamitan, meninggalkan satu sandalnya yang tertinggal di pondok pesantren ini. Oleh karena itu, si santri pun gembira bukan kepalang karena ia memperoleh sepasang sandal Gus Dur.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini