Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Anak Usaha Unggul Indah Cahaya Bakal Bangun Apartemen dan Perkantoran pada 2023

 


Emiten produsen bahan kimia, PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) memiliki anak usaha yang bergerak di bidang properti, yaitu PT Wiranusa Grahatama (WG) yang telah mengembangkan komplek Pearl Garden Resort Apartemen di Jalan Gatot Subroto. 

Di lokasi yang sama WG juga akan mengembangkan usaha propertinya membangun komplek apartemen dan perkantoran. Presiden Direktur Unggul Indah Cahaya Yani Alifen mengatakan, pihaknya akan membangun proyek apartemen dan perkantoran di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. 

"Saat ini progresnya perencanaan, karena ada beberapa perencanaan yang kita sesuaikan dengan peraturan pemerintah dan direncanakan pada 2023, insyaallah bisa mulai membangun dan perkiraan itu memakan waktu 4-5 tahun secara keseluruhan," kata Yani dalam paparan publik UNIC, Rabu (21/12/2022).

Yani berharap, proyek apartemen dan perkantoran anak usaha UNIC bisa dimulai pada tahun depan.

Sementara itu, hingga 30 September 2022, Perseroan mencatat nilai penjualan konsolidasian sebesar USD 318,06 juta atau sekitar Rp 4,95 triliun (asumsi kurs Rp 15.591 per dolar AS) mengalami peningkatan sebesar 15,56 persen atau USD 42,83 juta dibandingkan dengan penjualan konsolidasi pada periode yang sama pada 2021 yang tercatat sebesar USD 275,23 juta. 

Peningkatan nilai penjualan konsolidasian ini dikarenakan kenaikan rata-rata harga jual produk pada 2022 yang merupakan dampak dari tren kenaikan harga minyak mentah dunia.

Perseroan mencatat laba bruto konsolidasian sebesar USD 64,55 juta hingga kuartal III 2022, mengalami penurunan 9,41 persen atau USD 6,70 juta dibandingkan laba bruto konsolidasian per 30 September 2021 yang tercatat sebesar USD 71,25 juta.

Margin laba bruto Perseroan pada periode sembilan bulan 2022 dan 2021 masing-masing tercatat sebesar 20,29 persen dan 25,89 persen. Penurunan laba maupun margin laba brutoPerseroan terutama didorong oleh harga minyak mentah dunia yang menunjukan down trend sejak pertengahan 2022 sehingga Perseroan juga perlu mengikuti harga pasar.

Laba sebelum beban pajak penghasilan hingga 30 September 2022 tercatat sebesar USD 45,37 juta, sedangkan untuk periode yang sama pada 2021 tercatat sebesar USD 55,12 juta, mengalami penurunan sebesar USD 9,75 juta atau 17,69 persen. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)