Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

  Bersiap Hadapi Hujan dan Badai Dahsyat, Warga Jabodetabek Jangan Lupa Lakukan Ini


Perwakilan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengabarkan akan ada hujan ekstrem dan badai dahsyat di area Jabodetabek. Bersamaan dengan itu, dikabarkan pula soal potensi banjir besar yang akan terjadi.

"Potensi banjir besar Jabodetabek. Siapapun Anda yang tinggal di Jabodetabek dan khususnya Tangerang atau Banten, mohon bersiap dengan hujan ekstrem dan badai dahsyat pada 28 Desember 2022," ujar Dr Erma Yulihastin selaku peneliti klimatologi pada Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN melalui cuitan pada akun Twitter @EYulihastin dikutip Health Liputan6.com, Selasa (27/12/2022).

Erma mengungkapkan bahwa badai dahsyat itu akan berpindah dari darat melalui dua jalur. Pertama, dari barat melalui angin baratan yang membawa hujan dari laut. Kedua, dari utara melalui angin permukaan yang kuat.

"Maka, Banten dan Jakarta-Bekasi akan menjadi lokasi sentral tempat serangan badai tersebut dimulai sejak siang hingga malam hari pada 28 Desember 2022," kata Erma.

Berdasarkan keterangan dalam laman Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, ada beberapa penyakit penyerta musim hujan yang umumnya terjadi di tengah masyarakat. Penyakit itu adalah flu, batuk, diare, demam berdarah, dan lainnya.

Hal tersebut lantaran manusia sangat sensitif pada perubahan suhu. Sehingga saat terjadi perubahan musim atau cuaca ekstrem, tubuh menjadi lebih rentan terserang penyakit karena sistem imun tubuh yang melemah.

Lalu, hal apa saja yang bisa Anda lakukan untuk menjaga diri? Berikut diantaranya.

Menurut rekomendasi Kemenkes RI, ada beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk jaga imunitas selama musim hujan. Cara-cara inipun bisa Anda terapkan saat cuaca ekstrem berlangsung.

  1.  Mencuci tangan dengan sabun dan gunakan hand sanitizer. Cara ini dianggap bisa meminimalisir risiko infeksi virus dan bakteri yang berkembang selama musim hujan.
  2. Hindari menyentuh wajah dengan tangan yang kotor. Hal ini dikarenakan virus flu umumnya masuk melalui mata, hidung, dan mulut dari telapak tangan yang kotor.
  3. Lindungi diri dari air kotor atau kubangan air yang kotor. Dua hal tersebut merupakan sumber penyakit diare, influenza, kolera, dan infeksi jamur.
  4. Upayakan untuk tetap mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Hal ini dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh yang mungkin goyah.
  5. Bersihkan rumah, selokan, saluran air, dan tempat lainnya untuk mencegah nyamuk berkembang biak demi mencegah demam berdarah.
  6. Mengonsumsi vitamin C yang cukup untuk kebutuhan tubuh per hari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini