Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

  Bersiap Hadapi Hujan dan Badai Dahsyat, Warga Jabodetabek Jangan Lupa Lakukan Ini


Perwakilan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengabarkan akan ada hujan ekstrem dan badai dahsyat di area Jabodetabek. Bersamaan dengan itu, dikabarkan pula soal potensi banjir besar yang akan terjadi.

"Potensi banjir besar Jabodetabek. Siapapun Anda yang tinggal di Jabodetabek dan khususnya Tangerang atau Banten, mohon bersiap dengan hujan ekstrem dan badai dahsyat pada 28 Desember 2022," ujar Dr Erma Yulihastin selaku peneliti klimatologi pada Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN melalui cuitan pada akun Twitter @EYulihastin dikutip Health Liputan6.com, Selasa (27/12/2022).

Erma mengungkapkan bahwa badai dahsyat itu akan berpindah dari darat melalui dua jalur. Pertama, dari barat melalui angin baratan yang membawa hujan dari laut. Kedua, dari utara melalui angin permukaan yang kuat.

"Maka, Banten dan Jakarta-Bekasi akan menjadi lokasi sentral tempat serangan badai tersebut dimulai sejak siang hingga malam hari pada 28 Desember 2022," kata Erma.

Berdasarkan keterangan dalam laman Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, ada beberapa penyakit penyerta musim hujan yang umumnya terjadi di tengah masyarakat. Penyakit itu adalah flu, batuk, diare, demam berdarah, dan lainnya.

Hal tersebut lantaran manusia sangat sensitif pada perubahan suhu. Sehingga saat terjadi perubahan musim atau cuaca ekstrem, tubuh menjadi lebih rentan terserang penyakit karena sistem imun tubuh yang melemah.

Lalu, hal apa saja yang bisa Anda lakukan untuk menjaga diri? Berikut diantaranya.

Menurut rekomendasi Kemenkes RI, ada beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk jaga imunitas selama musim hujan. Cara-cara inipun bisa Anda terapkan saat cuaca ekstrem berlangsung.

  1.  Mencuci tangan dengan sabun dan gunakan hand sanitizer. Cara ini dianggap bisa meminimalisir risiko infeksi virus dan bakteri yang berkembang selama musim hujan.
  2. Hindari menyentuh wajah dengan tangan yang kotor. Hal ini dikarenakan virus flu umumnya masuk melalui mata, hidung, dan mulut dari telapak tangan yang kotor.
  3. Lindungi diri dari air kotor atau kubangan air yang kotor. Dua hal tersebut merupakan sumber penyakit diare, influenza, kolera, dan infeksi jamur.
  4. Upayakan untuk tetap mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Hal ini dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh yang mungkin goyah.
  5. Bersihkan rumah, selokan, saluran air, dan tempat lainnya untuk mencegah nyamuk berkembang biak demi mencegah demam berdarah.
  6. Mengonsumsi vitamin C yang cukup untuk kebutuhan tubuh per hari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025