Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Neraca Perdagangan Bayangi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini 15 Desember 2022

 


Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Kamis, (15/12/2022). Rilis neraca perdagangan akan bayangi IHSG pada perdagangan Kamis pekan ini.

CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, perkembangan pergerakan IHSG masih menunjukkan rentang konsolidasi wajar dengan pola tekanan yang masih cukup besar dalam jangka pendek.

Ia menambahkan, sentimen terdekat IHSG adalah neraca perdagangan yang diperkirakan masih akan cukup stabil sehingga dapat berkontribusi positif terhadap pola gerak IHSG.

"Sedangkan dalam jangka panjang, IHSG masih memiliki potensi kenaikan yang cukup besar mengingat capital inflow yang bertahan hingga jelang akhir tahun. Hari ini IHSG berpotensi melemah,” tutur dia.

Ia prediksi, IHSG berada di kisaran 6.686-6.874 pada Kamis pekan ini.

Sementara itu, Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, menutup perdagangan Rabu, 14 Desember 2022, IHSG terkoreksi 0,1 persen ke 6.801.

“Target penguatan IHSG pada level 6.847 sudah tercapai dan terdapat kemungkinan IHSG akan melanjutkan koreksinya terlebih dahulu untuk menguji 6.722-6.773 sebagai bagian dari wave iv dari wave c dari wave (y) pada skenario hitam,” ujar dia.

Ia mengatakan, pada skenario alternatifnya, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave c dari wave (x) ke arah 6.982. Namun demikian, yang perlu diperhatikan adalah pergerakan IHSG diperkirakan masih berada pada fase bearishnya.   Herditya perkirakan, IHSG berada di level support 6.607,6.641 dan resistance 6.838,6.892.

Untuk rekomendasi saham hari ini, William memilih saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI).

Selain itu, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Indah Kiat Pulp and Papers Tbk (INPK), PT Mitra Pinastika Mustika Tbk (MPMX), dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025