Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Roket Komersial SpaceX Berikutnya Bakal Meluncur 20 April

 

Roket komersial berawak SpaceX gelombang kedua akan diluncurkan pada 20 April mendatang ke Stasiun Luar Angkasa atau International Space Station (ISS).

 

Roket itu akan membawa astronaut dari Benua Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat, seperti dikutip The Japan Times.

Pada Jumat (29/1) lalu, Badan Antariksa Amerika (NASA) mengatakan bahwa astronaut mereka yaitu Shane Kimbrough dan Megan McArthur akan menjadi komandan dan pilot.

Keduanya, akan dipandu oleh astronaut dari Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang, Akihiko Hoshide. Sementara astronaut dari Badan Antariksa Eropa Thomas Pesquet ditunjuk sebagai spesialis misi.

Keempatnya akan menggantikan astronaut Crew-1 yang terbang ke ISS pada November silam dalam misi operasional pertama Crew Dragon.

Sebelumnya, NASA sempat berencana memberangkatkan roket berawak SpaceX pada 30 Maret mendatang. Namun, rencana itu digantikan dengan misi Orbital Flight Test 2 yang tak berawak oleh roket komersial milik Boeing CST-100 Starliner, yang akan meluncur pada 25 Maret mendatang.

Sepuluh hari jelang peluncuran roket berawak SpaceX gelombang dua, NASA juga mengakomodasi peluncuran Soyuz MS-18 tepatnya tanggal 10 April 2021.

Dilansir Space News, Soyuz MS-18 akan membawa tiga kosmonot Rusia ke ISS dan kembali ke Bumi satu minggu kemudian.

Sebelumnya, proyek SpaceX-NASA diluncurkan ke luar angkasa dari Florida, AS pada 30 Mei tahun lalu.

Setelah berhenti selama satu dekade, peluncuran perdana manusia menggunakan roket SpaceX Falcon 9 ini sempat ditunda akibat cuaca buruk.

Roket buatan swasta itu pun telah meluncur ke luar angkasa mengantar pesawat Crew Dragon yang membawa dua astronaut veteran.

Kapsul itu memabwa astronaut Bob Behnken dan Doug Hurley. Keduanya adalah astronaut pertama yang keluar angkasa setelah NASA menghentikan program Space Shuttle pada 2011 silam.

Behnken dan Hurley juga menjadi pencetak sejarah di mana roket buatan swasta mengirimkan astronaut ke luar angkasa.

Roket itu meluncur mulus ke orbit dari pelontar 39A di Pusat Luar Angkasa Kennedy, Florida. Mereka pun dalam perjalanan 19 jam ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) di orbit bumi.

Donald Trump yang saat itu masih menjabat sebagai Presiden AS juga ikut memantau langsung peluncuran SpaceX Falcon 9 dari Kennedy Space Center. Dia terlihat ditemani Direktur Kennedy Space Center Bob Cabana dan Administrator NASA, Jim Bridenstine.

SpaceX, yang dikepalai Elon Musk memiliki kontrak US$2,6 miliar dengan NASA untuk menyediakan enam penerbangan awak ke stasiun ruang angkasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025