Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Roket Komersial SpaceX Berikutnya Bakal Meluncur 20 April

 

Roket komersial berawak SpaceX gelombang kedua akan diluncurkan pada 20 April mendatang ke Stasiun Luar Angkasa atau International Space Station (ISS).

 

Roket itu akan membawa astronaut dari Benua Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat, seperti dikutip The Japan Times.

Pada Jumat (29/1) lalu, Badan Antariksa Amerika (NASA) mengatakan bahwa astronaut mereka yaitu Shane Kimbrough dan Megan McArthur akan menjadi komandan dan pilot.

Keduanya, akan dipandu oleh astronaut dari Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang, Akihiko Hoshide. Sementara astronaut dari Badan Antariksa Eropa Thomas Pesquet ditunjuk sebagai spesialis misi.

Keempatnya akan menggantikan astronaut Crew-1 yang terbang ke ISS pada November silam dalam misi operasional pertama Crew Dragon.

Sebelumnya, NASA sempat berencana memberangkatkan roket berawak SpaceX pada 30 Maret mendatang. Namun, rencana itu digantikan dengan misi Orbital Flight Test 2 yang tak berawak oleh roket komersial milik Boeing CST-100 Starliner, yang akan meluncur pada 25 Maret mendatang.

Sepuluh hari jelang peluncuran roket berawak SpaceX gelombang dua, NASA juga mengakomodasi peluncuran Soyuz MS-18 tepatnya tanggal 10 April 2021.

Dilansir Space News, Soyuz MS-18 akan membawa tiga kosmonot Rusia ke ISS dan kembali ke Bumi satu minggu kemudian.

Sebelumnya, proyek SpaceX-NASA diluncurkan ke luar angkasa dari Florida, AS pada 30 Mei tahun lalu.

Setelah berhenti selama satu dekade, peluncuran perdana manusia menggunakan roket SpaceX Falcon 9 ini sempat ditunda akibat cuaca buruk.

Roket buatan swasta itu pun telah meluncur ke luar angkasa mengantar pesawat Crew Dragon yang membawa dua astronaut veteran.

Kapsul itu memabwa astronaut Bob Behnken dan Doug Hurley. Keduanya adalah astronaut pertama yang keluar angkasa setelah NASA menghentikan program Space Shuttle pada 2011 silam.

Behnken dan Hurley juga menjadi pencetak sejarah di mana roket buatan swasta mengirimkan astronaut ke luar angkasa.

Roket itu meluncur mulus ke orbit dari pelontar 39A di Pusat Luar Angkasa Kennedy, Florida. Mereka pun dalam perjalanan 19 jam ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) di orbit bumi.

Donald Trump yang saat itu masih menjabat sebagai Presiden AS juga ikut memantau langsung peluncuran SpaceX Falcon 9 dari Kennedy Space Center. Dia terlihat ditemani Direktur Kennedy Space Center Bob Cabana dan Administrator NASA, Jim Bridenstine.

SpaceX, yang dikepalai Elon Musk memiliki kontrak US$2,6 miliar dengan NASA untuk menyediakan enam penerbangan awak ke stasiun ruang angkasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini