Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Internet Seluler Myanmar Sempat Putus usai Suu Kyi Ditahan

 

Koneksi internet seluler di Myanmar sempat terputus pada Senin (2/1), hanya berselang beberapa jam setelah penahanan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi oleh militer.

 

"Gangguan telekomunikasi, mulai Senin pukul 3.00 dini hari waktu setempat., memiliki dampak subnasional yang dignifikan termasuk di ibu kota, dan kemungkinan akan membatasi cakupan akses," kata Netblocks seperti mengutip AFP.

Laporan Netblocks sejalan dengan pernyataan warga Yangon yang mengatakan jika koneksi internet seluler dan layanan telepon sempat terganggu, beberepa jam setelah penahanan SuuKyi.

 

Bukan hanya layanan internet, saluran telepon serta tayangan stasiun televisi dan radio pemerintah Myanmar, MRTV juga sempat bermaslaah.

MRTV dalam unggahan Facebook mengatakan jika pihaknya mengalami masalah teknis.

"Karena kesulitan komunikasi saat ini, kami dengan hormat ingin memberi tahu Anda bahwa program reguler MRTV dan Radio Myanmar tidak dapat disiarkan," tulis MRTV dalam unggahan di laman Facebook.

Juru bicara militer tidak menjawab panggilan telepon Reuters ketika diminta untuk komentar atas gangguan tersebut.

Penahanan terhadap Suu Kyi dan tokoh NLD lainnya terjadi setelah militer selama ini menuding adanya kecurangan dalam pemilihan umum pada November lalu. Anggota parlemen terpilih akan mulai duduk dan kembali bekerja pada hari ini, Senin (2/1).

Partai Suu Kyi menang telak dalam pemilu November lalu, mengalahkan partai pro-militer.

Hasil pemilu menyatakan jika Partai NLD memenangkan 346 kursi parlemen-lebih dari 50 persen total kursi. Kemenangan tersebut menjadikan partai pimpinan Suu Kyi menang mutlak.

Namun, militer menuding ada sekitar 10 juta kasus pelanggaran secara nasional atas kemenangan mutlak Partai NLD. Militer juga menuntut penyelidikan terhadap komisi pemilihan serta menerbitkan daftar pemilih untuk verifikasi.

Seorang juru bicara militer mengatakan jika Tatmadaw, angkatan bersenjatan Myanmar telah menemukan 8,6 juta penyimpangan pemilu di 314 wilayah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini