Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Cara Pindahkan Riwayat Chat WhatsApp ke Telegram

 

Pengguna layanan pesan instan WhatsApp dapat memindahkan riwayat pesan mereka ke Telegram. Tidak cuma dari WhatsApp, Telegram juga memudahkan pengguna Line dan Kakaotalk untuk memindahkan isi layanan pesan instan mereka ke Telegram.

 

Caranya, gunakan fungsi Ekspor Obrolan. Lalu, bagikan file yang ingin diekspor ke Telegram.

Setelah diekspor, hapus pesan, grup yang Anda buat, obrolan rahasia, dan riwayat panggilan.

Pengguna Telegram dan Signal dilaporkan melonjak di China pasca WhatsApp merilis ketentuan baru. Hal ini cukup menarik, mengingat China tidak mengizinkan WhatsApp sebagai aplikasi legal perpesanan.

Kenaikan pengguna Telegram dan Signal diketahui sudah terjadi di berbagai negara pasca WhatsApp mengumumkan ketentuan baru.

Ketentuan ini meminta pengguna setuju datanya dibagikan ke induk perusahaan, Facebook, jika mereka masih ingin menggunakan WhatsApp.

Techcrunch melaporkan pertumbuhan pengguna Telegram dan Signal di China memang tidak sebesar negara yang menjadikan WhatsApp sebagai aplikasi obrolan utama.

Tetapi, peningkatan pengguna tersebut menjadi pengingat bila ternyata masih ada alternatif selain WeChat dalam berbagai kapasitas di China.

Signal disebut telah mengumpulkan 9.000 unduhan dari China lewat App Store antara 8 dan 12 Januari. Angka itu naik 500 persen dari periode antara 3 dan 7 Januari. 2020.

Sementara, Telegram memiliki 17.000 unduhan baru pada periode yang sama atau naik 6 persen dari 3-7 Januari.

Perusahaan riset Sensor Tower memperkirakan Telegram telah diunduh sekitar 2,7 juta pada App Store China,458 ribu unduhan Signal, dan 9,5 juta kali dari WhatsApp.

Di sisi lain, fakta bila Telegram, Signal, dan WhatsApp dapat diakses di China mungkin akan mengejutkan sebagian orang.

Sensor ketat China bisa disebut tak konsisten mengingat aplikasi perpesanan dari 'barat' masih tersedia di China App Store, menurut Apple Censorship.

Imbas pengumumannya, pemasangan baru WhatsApp telah turun11 persen dalam tujuh hari pertama pada 2021 dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

Menurut data Sensor Tower, popularitas Signal dan Telegram melonjak signifikan. Lebih dari 100 ribu pengguna mengunduh Signal di seluruh toko aplikasi Apple dan Google dalam dua hari terakhir, sedangkan Telegram memperoleh hampir 2,2 juta unduhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini