Bursa Asia Beragam, Mayoritas Indeks Naik pada Selasa (28/4) Pagi

  Bursa Asia dibuka beragam pada perdagangan Selasa (28/4/2026), dengan mayoritas indeks naik. Mengutip Bloomberg, pukul 08.27 WIB, indeks Nikkei 225 turun 331,95 poin atau 0,57% ke 60.196,23, Hang Seng turun 111,28 poi atau 0,43% ke 25.814,37, Taiex naik 86,36 poin atau 0,21% ke 39.699,70, Kospi naik 87,32 poin atau 1,31% ke 6.701,95, ASX 200 turun 42,95 poin atau 0,49% ke 8.723,40, Straits Times naik 33,30 poin atau 0,68% ke 4.925,12 dan FTSE Malaysia naik 9.30 poin atau 0,54% ke 1.726,57. Bursa Asia bergerak variasi namun masih bertahan di dekat level tertinggi sejak akhir Februari karena para pedagang menanti katalis baru dari Timur Tengah, serta serangkaian keputusan bank sentral dan pendapatan dari perusahaan-perusahaan teknologi besar pekan ini. Mengutip Bloomberg, bank sentral di dunia secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya. Investor kini mengalihkan fokus ke laporan pendapatan raksasa teknologi untuk menguji apakah reli saham baru-baru ini ...

Bak Robinhood, Gretel Packer dari 'Meja Judi' ke Rumah Amal

 

Rasanya tak berlebihan mengibaratkan Gretel Packer, salah satu perempuan terkaya di dunia dan nomor 26 di Australia, sebagai Robinhood versi perempuan.

 

Robinhood, tokoh dalam cerita rakyat Inggris dikenal menghalalkan banyak cara untuk kepentingan masyarakat. Begitu pula Packer, yang menjadi kaya raya dari bisnis judi atawa kasino milik keluarga, tetapi deras mengamalkan kekayaannya.

Ya, Packer memang dermawan. Tidak seperti saudara laki-lakinya, James Packer, yang dikenal sebagai pengusaha sukses, perempuan kelahiran Sydney, Australia, Agustus 1965 silam itu lebih dikenal sebagai filantropi melalui yayasan keluarga.

 

Bahkan, saudara laki-lakinya menyebut Packer sebagai perempuan dermawan yang setia, murah hati, rendah hati, dan memiliki tekad.

"Gretel adalah kombinasi langka dari seorang ibu, anak perempuan, saudara perempuan, dan dermawan yang luar biasa," tutur James, seperti dilansir The Sydney Morning Herald.

Packer menjadi kaya raya setelah sang kakak membagi warisan sang ayah, Kerry packer, setelah meninggal pada 2005 silam. Mengutip Forbes, kekayaan Packer mencapai US$2,2 miliar per 24 Januari 2021.

Sumber kekayaan itu berasal dari bisnis keluarga, Crown Resorts Limited, salah satu grup kasino terbesar di Australia. Pada 2017 lalu, kapitalisasi pasar Crown Resorts mencapai lebih dari 8 miliar dolar Australia.

Sementara sang kakak meneruskan bisnis keluarga, Packer memilih menggunakan uangnya untuk membentuk lembaga dana filantropi nasional sebesar 160 juta dolar Australia pada 2014 lalu.

Sebagai pemimpin yayasan keluarga, Packer mendanai berbagai kegiatan komunitas dan amal, terutama di bidang seni, pendidikan, dan ilmu lingkungan.

Saat ini, Packer menduduki banyak jabatan, seperti Wakil Presiden Dewan Pengawas Galeri Seni New South Wales, Ketua Dewan Penasihat Yayasan Crown Resort.

Kemudian, Ketua Yayasan Perusahaan Teater Sydney, termasuk Pelindung Taronga Zoo Conservation Science Initiative.

Akhir tahun lalu, Packer sempat menjadi sorotan media di Australia setelah Packer Family Foundation di bawah kepemimpinannya bergabung dengan filantropis dunia lainnya untuk mendukung Carriagework Sydney bernilai jutaan dolar. Untuk proyek itu, ia mendonasikan 240 ribu dolar Australia.

Untuk urusan cinta, boleh dibilang Packer kurang beruntung. Ia menyandang status sebagai janda setelah melewati dua kali pernikahannya, yaitu dengan Nick Barham yang cerai pada 1993 silam dan Shane Murray yang dinikahinya hanya dua tahun pada 2005-2007.

Beruntung, Packer masih memiliki buah hati. Ia adalah ibu bagi tiga anak-anaknya. Dua anaknya, Francesca dan Ben, dari suami pertamanya dan satu anak dari suami keduanya, yakni William.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)