Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Bak Robinhood, Gretel Packer dari 'Meja Judi' ke Rumah Amal

 

Rasanya tak berlebihan mengibaratkan Gretel Packer, salah satu perempuan terkaya di dunia dan nomor 26 di Australia, sebagai Robinhood versi perempuan.

 

Robinhood, tokoh dalam cerita rakyat Inggris dikenal menghalalkan banyak cara untuk kepentingan masyarakat. Begitu pula Packer, yang menjadi kaya raya dari bisnis judi atawa kasino milik keluarga, tetapi deras mengamalkan kekayaannya.

Ya, Packer memang dermawan. Tidak seperti saudara laki-lakinya, James Packer, yang dikenal sebagai pengusaha sukses, perempuan kelahiran Sydney, Australia, Agustus 1965 silam itu lebih dikenal sebagai filantropi melalui yayasan keluarga.

 

Bahkan, saudara laki-lakinya menyebut Packer sebagai perempuan dermawan yang setia, murah hati, rendah hati, dan memiliki tekad.

"Gretel adalah kombinasi langka dari seorang ibu, anak perempuan, saudara perempuan, dan dermawan yang luar biasa," tutur James, seperti dilansir The Sydney Morning Herald.

Packer menjadi kaya raya setelah sang kakak membagi warisan sang ayah, Kerry packer, setelah meninggal pada 2005 silam. Mengutip Forbes, kekayaan Packer mencapai US$2,2 miliar per 24 Januari 2021.

Sumber kekayaan itu berasal dari bisnis keluarga, Crown Resorts Limited, salah satu grup kasino terbesar di Australia. Pada 2017 lalu, kapitalisasi pasar Crown Resorts mencapai lebih dari 8 miliar dolar Australia.

Sementara sang kakak meneruskan bisnis keluarga, Packer memilih menggunakan uangnya untuk membentuk lembaga dana filantropi nasional sebesar 160 juta dolar Australia pada 2014 lalu.

Sebagai pemimpin yayasan keluarga, Packer mendanai berbagai kegiatan komunitas dan amal, terutama di bidang seni, pendidikan, dan ilmu lingkungan.

Saat ini, Packer menduduki banyak jabatan, seperti Wakil Presiden Dewan Pengawas Galeri Seni New South Wales, Ketua Dewan Penasihat Yayasan Crown Resort.

Kemudian, Ketua Yayasan Perusahaan Teater Sydney, termasuk Pelindung Taronga Zoo Conservation Science Initiative.

Akhir tahun lalu, Packer sempat menjadi sorotan media di Australia setelah Packer Family Foundation di bawah kepemimpinannya bergabung dengan filantropis dunia lainnya untuk mendukung Carriagework Sydney bernilai jutaan dolar. Untuk proyek itu, ia mendonasikan 240 ribu dolar Australia.

Untuk urusan cinta, boleh dibilang Packer kurang beruntung. Ia menyandang status sebagai janda setelah melewati dua kali pernikahannya, yaitu dengan Nick Barham yang cerai pada 1993 silam dan Shane Murray yang dinikahinya hanya dua tahun pada 2005-2007.

Beruntung, Packer masih memiliki buah hati. Ia adalah ibu bagi tiga anak-anaknya. Dua anaknya, Francesca dan Ben, dari suami pertamanya dan satu anak dari suami keduanya, yakni William.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025