Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Facebook Rancang Smartwatch buat Ngobrol dan Pantau Kesehatan

 

Facebook dilaporkan sedang membuat jam tangan pintar (smartwatch) untuk dijual kepada konsumen pada 2022. Jam tangan tersebut kemungkinan memprioritaskan fitur perpesanan menggunakan jasa Facebook dan juga terintegrasi produk kesehatan dan kebugaran dari perusahaan seperti Peloton.

 

The Information yang mendapat informasi ini dari empat narasumber menjelaskan smartwatch merupakan bagian strategi CEO Facebook Mark Zuckerberg untuk mengontrol masa depan platlform komputasi usai smartphone.

Melansir Business Insider, jam tangan Facebook dikatakan bisa mengakses internet melalui koneksi seluler sehingga perangkat itu tidak perlu dikoneksikan dengan smartphone.

 

You may also like

Pada tahap awal, jam tangan Facebook akan menjalankan versi open-source Android. Setelah itu disebut Facebook akan membangun sistem operasinya sendiri.

Melansir The Verge, jam tangan pintar Facebook akan memiliki fitur olah pesan, kesehatan, dan kebugaran. Perangkat itu akan bergabung dengan headset virtual reality Oculus dan perangkat obrolan video Portal sebagai bagian dari ekosistem perangkat keras Facebook.

Ambisi menciptakan perangkat keras Facebook bukanlah rahasia. Perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg itu memiliki lebih dari 6.000 karyawan yang bekerja pada berbagai proyek augmented reality dan virtual reality.

Facebook juga mengakuisisi startup saraf CTRL-Labs pada 2019. CTRL-Labs mengkhususkan diri dalam membangun mekanisme input nirkabel, termasuk perangkat yang dapat mengirimkan sinyal listrik dari otak ke perangkat komputasi tanpa memerlukan layar sentuh tradisional atau input tombol fisik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)