Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Pengungsi Rohingya di Bangladesh Rayakan Penahanan Suu Kyi

 

Pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh merayakan penahanan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi oleh militer Myanmar pada Senin (1/2).

 

Berita penahanan Suu Kyi oleh junta militer Myanmar menyebar dengan cepat di kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh.

"Dia adalah alasan di balik semua penderitaan kami. Mengapa kami tidak merayakannya?," kata pemimpin komunitas Rohingya, Farid Ullah.

 

Senada, seorang pemimpin pengungsi Rohingya di kamp Balukhali, Mohammad Yusuf mengatakan jika Suu Kyi sempat menjadi harapan ketika mereka menghadapi kekerasan brutal oleh militer Myanmar tiga tahun lalu.

"Dia [Suu Kyi] adalah harapan terakhir kami, tetapi dia mengabaikan penderitaan kami dan mendukung genosida terhadap Rohingya," ucapnya.

Juru bicara Serikat Mahasiswa Rohingya, Maung Kyaw Min mengatakan jika penangkapan Su Kyi meningkatkan harapan bahwa mereka bisa kembali ke desa mereka di Myanmar.

"Tidak seperti pemerintah terpilih, militer (pemerinta) ini akan membutuhkan dukungan internasional untuk bertahan. Jadi kami berharap mereka akan fokus pada masalah Rohingya untuk mengurangi tekanan internasional," kata Min.

 

 

Beberapa pengungsi Rohingya mengadakan doa khusus untuk merayakan 'keadilan' atas penahanan Suu Kyi.

"Jika otoritas kamp mengizinkan, Anda akan melihat ribuan etnis Rohingya keluar untuk pawai perayaan," kata Mirza Ghalib, seorang pengungsi di kamp Nayapara kepada AFP.

PBB mencatat sekitar 740 ribu etnis Rohingya meninggalkan negara bagian Rakhine pada Agustus 2017 untuk mengungsi ke Bangladesh karena ada upaya genosida.

Alih-alih membela Rohingya, Suu Kyi yang saat itu memimpin Myanmar justru membantah ada upaya pembantaian massal di Rakhine. Peraih Nobel Perdamaian pada 1991 itu justru membela militer Myanmar dalam sidang atas kekejaman terhadap Rohingya di Pengadilan Kriminal Mahkamah Internasional pada 2019.

Pihak berwenang Bangladesh mengatakan mereka mengawasi daerah perbatasan sepanjang 270 kilometer untuk mengantisipasi gelombang baru pengungsi Rohingya. Bangladesh dan Myanmar telah membuat kesepakatan untuk melakukan repatriasi dan memastikan mereka tidak kembali mengungsi.

dalam penggerebekan pada Senin (1/2) dini hari oleh junta militer.

Kudeta militer Myanmar mengakhiri satu dekade transisi dari pemerintahan militer ke demokratis. Kudeta militer Myanmar memicu kecaman global, hingga seruan agar demokrasi segera dipulihkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini