Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Pengguna Twitter Diprediksi Mandek di 2021

 

Media sosial Twitter disebut alami pertumbuhan pengguna yang melambat semenjak awal tahun 2021. Perlambatan itu diprediksi akan terjadi hingga dua digit pada kuartal dua 2021.

Twitter sempat mengalami pendapatan rekor mencapai US$1,29 miliar atau sekitar Rp18,1 triliun, meningkat 28 persen dari tahun ke tahun.

Mengutip Reuters, saham Twitter meningkat hampir 3 persen dalam bursa perdagangan harian dan dilaporkan naik sebesar 62 persen dalam setahun terakhir. Ini menjadi capaian tertingginya sejak 2014 lalu.

 

Namun Twitter mengakui pengeluarannya akan naik 25 persen di tahun 2021 tetapi pihaknya mengklaim pendapatannya akan lebih besar dari biaya operasional perusahaan.

Twitter menjadi sorotan di tengah perbincangan politik global, usai mengambil kebijakan dalam kisruh yang terjadi di Amerika Serikat (AS), dengan memblokir akun resmi Donald Trump.

Twitter baru-baru ini juga telah membangkang aturan pemerintah India yang menyarankan untuk blokir akun pemerotes agraria di negaranya. CEO Twitter Jack Dorsey berpendapat kehadiran Trump di Twitter tidak berdampak signifikan terhadap pertumbuhan pengguna.

"Kami adalah platform yang jauh lebih besar daripada akun tersebut. 80 persen pengguna kami berada di luar Amerika Serikat," ujarnya seperti dikutip Reuters Rabu (10/2).

Justru, menurutnya, pengguna aktif harian Twitter diprediksi akan meningkat 20 persen imbas pelarangan Trump mengakses Twitter.

Menurut analis senior Neuberger Berman, Hari Srinivasan, investor perusahaan tersebut melihat naiknya pertumbuhan pengguna di tahun 2020, berdasarkan pemasukan iklan yang tinggi, profitabilitas dan target revenue yang maksimal.

Mengutip Bloomberg, pada kuartal keempat lalu, Twitter memiliki 192 juta pengguna aktif harian yang dapat dimonetisasi. Angka tersebut diklaim oleh Srinivasan hanya naik 26 persen dari tahun sebelumnya.

Twitter mengaku, pertumbuhan pengguna telah didorong oleh peningkatan produk yang menyediakan fitur pembahasan dari peristiwa Covid-19 dan pemilihan umum di AS.

Lebih lanjut Twitter menjelaskan, pihaknya mendapatkan profit dari pengiklan sebanyak US$1,15, atau naik sekitar 31 persen dari periode yang diprediksi oleh analis. Tentunya klaim ini mengalahkan hitungan pendapatan perusahaan media sosial tersebut.

Dalam periode terakhir, Twitter menambahkan 1 juta pengguna baru di AS, dan sekarang memiliki rata-rata 37 juta pengguna harian di pasaran. 

Perusahaan yang berbasis di San Francisco itu, kini tengah menjajaki layanan berlangganan untuk menambah aliran pendapatan selain dari iklan. Beberapa tim riset internal sedang meneliti produk langganan seperti apa yang menjadi pembeda. Namun, pihaknya mengaku inisiatif itu terlalu jauh.

Twitter baru-baru ini dikabarkan telah mengakuisisi perusahaan start-up bernama Revue. Start up itu memiliki platform media sosial berbasis audio seperti Clubhouse. Direncanakan akan rilis di kuartal 4 mendatang.

Komentar