Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Intip Saham yang Banyak Dilego Asing di Tengah Kenaikan IHSG pada Kamis (17/10)

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat untuk hari kelima berturut-turut pada perdagangan Kamis (17/10). 

Kenaikan IHSG kali ini didorong oleh aksi beli bersih (net buy) asing yang mencapai Rp 1,22 triliun.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Business, IHSG ditutup naik 1,13% ke level 7.735,03. 

Selama perdagangan, IHSG terus berada di zona hijau, dengan level terendah di 7.657 dan tertinggi di 7.758.

Total volume perdagangan saham pada Kamis mencapai 27,26 miliar, dengan nilai transaksi sebesar Rp 11,88 triliun. 

Terdapat 343 saham yang mengalami kenaikan, 230 saham yang turun, dan 224 saham tidak mengalami perubahan.

Namun di tengah kenaikan IHSG, asing banyak melepas saham-saham berikut.

Berikut 10 saham net sell terbesar asing pada Kamis:

1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 191,09 miliar
2. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 32,85 miliar
3. PT Jasa Marga Tbk (JSMR) Rp 19,55 miliar
4. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) Rp 18,95 miliar
5. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) Rp 16,72 miliar
6. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) Rp 14,79 miliar
7. PT Bukiat Asam Tbk (PTBA) Rp 13,9 miliar
8. PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) Rp 9,96 miliar
9. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 8,12 miliar
10. PT Timah Tbk (TINS) Rp 7,89 miliar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025