Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Intip Saham yang Banyak Dilego Asing di Tengah Kenaikan IHSG pada Kamis (17/10)

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat untuk hari kelima berturut-turut pada perdagangan Kamis (17/10). 

Kenaikan IHSG kali ini didorong oleh aksi beli bersih (net buy) asing yang mencapai Rp 1,22 triliun.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Business, IHSG ditutup naik 1,13% ke level 7.735,03. 

Selama perdagangan, IHSG terus berada di zona hijau, dengan level terendah di 7.657 dan tertinggi di 7.758.

Total volume perdagangan saham pada Kamis mencapai 27,26 miliar, dengan nilai transaksi sebesar Rp 11,88 triliun. 

Terdapat 343 saham yang mengalami kenaikan, 230 saham yang turun, dan 224 saham tidak mengalami perubahan.

Namun di tengah kenaikan IHSG, asing banyak melepas saham-saham berikut.

Berikut 10 saham net sell terbesar asing pada Kamis:

1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 191,09 miliar
2. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 32,85 miliar
3. PT Jasa Marga Tbk (JSMR) Rp 19,55 miliar
4. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) Rp 18,95 miliar
5. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) Rp 16,72 miliar
6. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) Rp 14,79 miliar
7. PT Bukiat Asam Tbk (PTBA) Rp 13,9 miliar
8. PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) Rp 9,96 miliar
9. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 8,12 miliar
10. PT Timah Tbk (TINS) Rp 7,89 miliar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)