Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Tiga Saham Blue Chip Ini Jangan Dilewatkan Saat IHSG Rabu (2/10) Diprediksi Naik

 

Analis rekomendasi beli tiga saham blue chip berikut pada perdagangan Rabu 2 Oktober 2024. Saham blue chip tersebut diprediksi akan menjadi pendorong pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diprediksi naik pada hari ini.

IHSG ditutup menguat 114,20 poin atau 1,52% ke 7.642,13 pada akhir perdagangan Selasa (1/10). 

Head of Customer Literacy and Education PT Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi memproyeksikan IHSG, Rabu (02/10) berpotensi melanjutkan technical rebound diatas MA50 7.529 dalam rentang level resistance 7.777 dan support 7.529 dengan indikator RSI terjadi pembalikan arah. 

Audi menyampaikan sentimen dari pidato Jerome Powell yang menyebutkan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang masih kuat dan akan berakhir dengan softlanding dari pelonggaran kebijakan moneter menjadi pendorong penguatan pasar saham, termasuk Indonesia.

“Meski demikian, kami mewaspadai beberapa indikator dari dalam negeri, seperti deflasi dalam 5 bulan beturut-turut dan PMI Manufaktur yang masih berada di level kontraksi yang menunjukkan ketidakstabilan ekonomi.” Kata Audi kepada Kontan, Selasa (1/10).

Research Analyst Phintraco Sekuritas, Nurwachidah mengatakan IHSG bergerak sesuai perkiraan dengan mencatatkan technical rebound di Selasa (1/10). Rebound tersebut membuka peluang rebound lanjutan menguji pivot 7.650 sampai dengan level psikologis 7.700 di Rabu (2/10).

Libur panjang bursa saham China tampaknya turut berdampak pada penurunan tekanan jual atau capital outflow dari pasar modal Indonesia.  “Kondisi ini mendorong technical rebound signifikan IHSG,” kata Nurwachidah kepada Kontan, Selasa (1/10).

Dari dalam negeri, pasar belum merespon realisasi data inflasi yang turun ke 1.84% year on year (yoy) di September 2024 dari 2.12% yoy di Agustus 2024. 

Meski demikian, inflasi inti naik ke 2.09% yoy di September 2024 dari 2.02% yoy di Agustus 2024. Kondisi ini mengindikasikan dampak positif pelonggaran kebijakan moneter pada konsumsi masyarakat di Indonesia dan stabilitas harga pangan serta energi di September 2024.

Dengan demikian, pasar masih dapat berharap terhadap konsumsi rumah tangga sebagai penopang pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2024.

“Pasar berharap pertumbuhan ekonomi masih dapat dipertahankan di atas 5% yoy pada periode tersebut. Data ini dijadwalkan rilis pada 5 November 2024,” ujarnya.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati pada Rabu (2/10), antara lain BBCA, BBTN, ASII, AALI dan LSIP.

Dari saham-saham tersebut, tiga diantaranya saham di Indeks LQ4, yakni BBCA, BBTN dan ASII. Saham-saham tersebut adalah saham dengan karakteristik blue chip.

Saham blue chip adalah saham lapis satu yang telah berpengalaman di lantai bursa. 

Berikut rekomendasi saham pilihan dari Kiwoom Sekuritas, antara lain:

1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

· Rekomendasi: Speculative Buy

· Support:  Rp 4.920

· Resistance: Rp 5.300

2. PT Astra International Tbk (ASII)

· Rekomendasi: Trading buy

· Support: Rp 5.025

· Resistance: Rp 5.400

3. PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP)

· Rekomendasi: Speculative buy

· Support: Rp 430

· Resistance: Rp 500

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini