Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Asing Banyak Koleksi Saham-Saham Ini Saat IHSG Terkoreksi Kemarin, Rabu (23/10)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tipis setelah reli delapan hari berturut-turut.

Koreksi IHSG pun dibarengi dengan keluarnya asing dari pasar modal Indonesia.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) IHSG terkoreksi tipis 0,02% ke level 7.787 pada penutupan perdagangan, Rabu (23/10/2024).

Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 34 miliar dengan nilai transaksi Rp 14,81 triliun. 

Terdapat 323 saham yang turun, 243 saham yang naik dan 228 saham yang tidak berubah.

Investor asing membukukan net sell jumbo sebesar Rp 2,73 triliun di seluruh pasar.

Meski demikian, sejumlah saham ini banyak diborong asing saat IHSG terkoreksi.

Berikut 10 saham net buy terbesar asing pada Rabu:

1. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 146,01 miliar
2. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 105,32 miliar
3. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 77,96 miliar
4. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 68,81 miliar
5. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 42,51 miliar
6. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 40,55 miliar
7. PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) Rp 20,69 miliar
8. PT MD Entertainment Tbk (FILM) Rp 18,43 miliar
9. PT Indosat Tbk (ISAT) Rp 16,19 miliar
10. PT XL Axiata Tbk (EXCL) Rp 15,5 miliar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini