Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Asing Banyak Koleksi Saham-Saham Ini Saat IHSG Terkoreksi Kemarin, Rabu (23/10)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tipis setelah reli delapan hari berturut-turut.

Koreksi IHSG pun dibarengi dengan keluarnya asing dari pasar modal Indonesia.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) IHSG terkoreksi tipis 0,02% ke level 7.787 pada penutupan perdagangan, Rabu (23/10/2024).

Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 34 miliar dengan nilai transaksi Rp 14,81 triliun. 

Terdapat 323 saham yang turun, 243 saham yang naik dan 228 saham yang tidak berubah.

Investor asing membukukan net sell jumbo sebesar Rp 2,73 triliun di seluruh pasar.

Meski demikian, sejumlah saham ini banyak diborong asing saat IHSG terkoreksi.

Berikut 10 saham net buy terbesar asing pada Rabu:

1. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 146,01 miliar
2. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 105,32 miliar
3. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 77,96 miliar
4. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 68,81 miliar
5. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 42,51 miliar
6. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 40,55 miliar
7. PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) Rp 20,69 miliar
8. PT MD Entertainment Tbk (FILM) Rp 18,43 miliar
9. PT Indosat Tbk (ISAT) Rp 16,19 miliar
10. PT XL Axiata Tbk (EXCL) Rp 15,5 miliar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)