Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Harga Emas Spot Turun di Tengah Penguatan Dolar AS pada Senin (28/10) Pagi

 

Harga emas merosot pada Senin (28/10) di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Sementara investor menantikan petunjuk baru terkait kebijakan moneter The Fed mendatang.

Melansir Reuters, harga emas spot turun 0,5% menjadi US$2.732,90 per ons troi pada 0057 GMT. Emas mencapai rekor tertinggi US$2.758,37 pada Rabu lalu dan mencatat kenaikan hampir 1% sepanjang pekan.

Sedangkan, kontrak berjangka emas AS turun 0,33% menjadi US$2.745,30.

Indeks dolar AS naik 0,2%, membuat emas kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya, sementara imbal hasil obligasi AS juga meningkat.

Data pada Jumat menunjukkan bahwa sentimen konsumen AS naik ke level tertinggi dalam enam bulan pada Oktober, terutama di kalangan pendukung Partai Republik yang semakin optimistis dengan peluang kemenangan Donald Trump.

Di kawasan lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa serangan udara Israel telah "menghantam keras" pertahanan dan produksi rudal Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan negaranya sedang mempertimbangkan langkah balasan.

Emas cenderung menguat di lingkungan suku bunga rendah dan dianggap sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian politik dan ekonomi.

Pasar memperkirakan peluang sebesar 94,8% untuk pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed bulan November, menurut CME FedWatch Tool.

Ketidakpastian terus meningkat seiring mendekatnya Hari Pemilu AS pada 5 November, dengan jajak pendapat terbaru menunjukkan persaingan ketat antara Donald Trump dan Kamala Harris.

Pelaku pasar akan memantau dengan cermat laporan ketenagakerjaan AS yang akan dirilis Jumat ini untuk mencari petunjuk lebih lanjut.

Sementara itu, permintaan emas fisik di India mengalami sedikit peningkatan menjelang festival penting, namun harga yang mencapai rekor tertinggi membuat banyak pembeli ritel menunda pembelian mereka.

Logam lainnya juga mengalami pergerakan harga. Perak turun 0,4% menjadi US$33,57 per ons troi, paladium naik 0,23% menjadi US$1.025,15, dan platinum sedikit turun 0,2% menjadi US$1.190,97.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini