Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Mitratel (MTEL) Bertransformasi dari TowerCo Menjadi InfraCo

 

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) alias Mitratel telah bertransformasi menjadi penyedia infrastruktur digital terbesar di Asia Tenggara dari yang awalnya hanya membangun jaringan telekomunikasi berbasis telepon. 

Direktur Utama Dayamitra Telekomunikasi Theodorus Ardi mengatakan, tahun ini, tepatnya pada 23 Oktober 2024, Mitratel genap berusia 16 tahun dan sudah banyak perubahan bisnis model yang dilakukan MTEL. 

Perkembangan bisnis Mitratel ditandai dengan semakin agresif membangun jaringan menara di seluruh Indonesia, termasuk di daerah terpencil dan terluar yang saat itu belum mendapatkan akses telekomunikasi secara memadai.

Per Juni 2024, Mitratel tercatat memiliki 38.581 menara dengan 58.598 penyewa. Dengan jumlah tersebut, MTEL telah menguasai 54% bisnis penyewaan menara di dalam negeri. 

Jika dirinci, dari 38.581 menara yang dimiliki MTEL, sebanyak 15.974 menara atau setara 41% berlokasi di pulau jawa. Sementara 22.607 menara sisanya atau setara 59%, berada di luar Pulau Jawa.

"Agresivitas membangun jaringan dan serangkaian akuisisi aset menara serta fiber menjadikan Mitratel menjelma menjadi digital infraco yang ada di Indonesia," kata Theodorus yang akrab disapa Teddy ini dalam keterangan resmi, Kamis (24/10). 

Selain berevolusi di model bisnis, Mitratel juga melakukan lompatan penting ketika memutuskan menjadi perusahaan publik dengan melakukan penawaran umum perdana saham alias Initial Public Offering (IPO) pada 2021. 

"Dengan menjadi perusahaan publik, penerapan good corporate governance (GCG) semakin baik dan terus dipacu untuk memberikan nilai tambah bagi seluruh  pemegang saham," kata Teddy. 

Sekadar mengingatkan, MTEL meraup dana segar Rp 18,33 triliun dalam IPO. Anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) ini menawarkan sekitar 229 juta saham dengan harga Rp 800 per saham. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025