Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Mitratel (MTEL) Bertransformasi dari TowerCo Menjadi InfraCo

 

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) alias Mitratel telah bertransformasi menjadi penyedia infrastruktur digital terbesar di Asia Tenggara dari yang awalnya hanya membangun jaringan telekomunikasi berbasis telepon. 

Direktur Utama Dayamitra Telekomunikasi Theodorus Ardi mengatakan, tahun ini, tepatnya pada 23 Oktober 2024, Mitratel genap berusia 16 tahun dan sudah banyak perubahan bisnis model yang dilakukan MTEL. 

Perkembangan bisnis Mitratel ditandai dengan semakin agresif membangun jaringan menara di seluruh Indonesia, termasuk di daerah terpencil dan terluar yang saat itu belum mendapatkan akses telekomunikasi secara memadai.

Per Juni 2024, Mitratel tercatat memiliki 38.581 menara dengan 58.598 penyewa. Dengan jumlah tersebut, MTEL telah menguasai 54% bisnis penyewaan menara di dalam negeri. 

Jika dirinci, dari 38.581 menara yang dimiliki MTEL, sebanyak 15.974 menara atau setara 41% berlokasi di pulau jawa. Sementara 22.607 menara sisanya atau setara 59%, berada di luar Pulau Jawa.

"Agresivitas membangun jaringan dan serangkaian akuisisi aset menara serta fiber menjadikan Mitratel menjelma menjadi digital infraco yang ada di Indonesia," kata Theodorus yang akrab disapa Teddy ini dalam keterangan resmi, Kamis (24/10). 

Selain berevolusi di model bisnis, Mitratel juga melakukan lompatan penting ketika memutuskan menjadi perusahaan publik dengan melakukan penawaran umum perdana saham alias Initial Public Offering (IPO) pada 2021. 

"Dengan menjadi perusahaan publik, penerapan good corporate governance (GCG) semakin baik dan terus dipacu untuk memberikan nilai tambah bagi seluruh  pemegang saham," kata Teddy. 

Sekadar mengingatkan, MTEL meraup dana segar Rp 18,33 triliun dalam IPO. Anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) ini menawarkan sekitar 229 juta saham dengan harga Rp 800 per saham. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)