Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Mitratel (MTEL) Bertransformasi dari TowerCo Menjadi InfraCo

 

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) alias Mitratel telah bertransformasi menjadi penyedia infrastruktur digital terbesar di Asia Tenggara dari yang awalnya hanya membangun jaringan telekomunikasi berbasis telepon. 

Direktur Utama Dayamitra Telekomunikasi Theodorus Ardi mengatakan, tahun ini, tepatnya pada 23 Oktober 2024, Mitratel genap berusia 16 tahun dan sudah banyak perubahan bisnis model yang dilakukan MTEL. 

Perkembangan bisnis Mitratel ditandai dengan semakin agresif membangun jaringan menara di seluruh Indonesia, termasuk di daerah terpencil dan terluar yang saat itu belum mendapatkan akses telekomunikasi secara memadai.

Per Juni 2024, Mitratel tercatat memiliki 38.581 menara dengan 58.598 penyewa. Dengan jumlah tersebut, MTEL telah menguasai 54% bisnis penyewaan menara di dalam negeri. 

Jika dirinci, dari 38.581 menara yang dimiliki MTEL, sebanyak 15.974 menara atau setara 41% berlokasi di pulau jawa. Sementara 22.607 menara sisanya atau setara 59%, berada di luar Pulau Jawa.

"Agresivitas membangun jaringan dan serangkaian akuisisi aset menara serta fiber menjadikan Mitratel menjelma menjadi digital infraco yang ada di Indonesia," kata Theodorus yang akrab disapa Teddy ini dalam keterangan resmi, Kamis (24/10). 

Selain berevolusi di model bisnis, Mitratel juga melakukan lompatan penting ketika memutuskan menjadi perusahaan publik dengan melakukan penawaran umum perdana saham alias Initial Public Offering (IPO) pada 2021. 

"Dengan menjadi perusahaan publik, penerapan good corporate governance (GCG) semakin baik dan terus dipacu untuk memberikan nilai tambah bagi seluruh  pemegang saham," kata Teddy. 

Sekadar mengingatkan, MTEL meraup dana segar Rp 18,33 triliun dalam IPO. Anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) ini menawarkan sekitar 229 juta saham dengan harga Rp 800 per saham. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini