Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Harga Emas Naik Lebih dari 1% Setelah Iran Menyerang Israel

 

Harga emas melonjak lebih dari 1% pada Selasa (1/10). Permintaan akan aset safe haven meningkat setelah serangan rudal balistik Iran terhadap Israel, memicu kekhawatiran akan pecahnya perang besar di Timur Tengah.

Melansir Reuters, harga emas spot naik 1% menjadi US$2.661,63 per ons troi pada pukul 13:40 waktu setempat (ET), setelah mencapai rekor tertinggi US$2.685,42 pada Kamis sebelumnya. Sementara itu, harga emas berjangka AS ditutup naik 0,9% menjadi US$2.690,3 per ons troi.

Iran menembakkan rudal balistik ke Israel pada hari Selasa sebagai balasan atas serangan Israel terhadap sekutu Iran, kelompok Hezbollah di Lebanon.

"Jika ada korban serius di Israel, kita bisa melihat pecahnya perang besar di Timur Tengah, dan itulah yang saat ini dikhawatirkan para pedagang, yang bisa memicu peningkatan lebih lanjut dalam permintaan safe haven untuk emas," kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.

Emas sering digunakan sebagai investasi aman di tengah ketidakpastian politik dan keuangan.

"Pembelian safe haven ini bersifat instingtif, tetapi kecuali ada rudal Iran yang benar-benar menembus pertahanan dan menyebabkan kerusakan serius di Israel, mungkin dampaknya akan serupa dengan serangan April lalu yang sebagian besar berhasil dicegat," ujar Tai Wong, pedagang logam independen yang berbasis di New York.

Sementara itu, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun, membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi lebih menarik bagi investor.

Pasar juga akan mengamati data ketenagakerjaan AS minggu ini dan pernyataan dari berbagai pejabat The Fed untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai kebijakan suku bunga bank sentral.

Pada hari Senin (30/9), emas mengalami penurunan terbesar dalam lebih dari empat minggu setelah Ketua The Fed Jerome Powell mengisyaratkan bahwa bank sentral kemungkinan akan melanjutkan pemotongan suku bunga sebesar seperempat persen ke depan.

Namun, alasan di balik reli harga emas baru-baru ini—ekspektasi penurunan suku bunga AS dan permintaan safe haven yang didorong oleh ketidakstabilan geopolitik—masih tetap ada, kata Ricardo Evangelista, analis senior di ActivTrades.

Selain emas, harga perak spot naik 0,7% menjadi US$31,36 per ons troi, platinum naik 1,2% menjadi US$987,70, sementara palladium turun 0,6% menjadi US$994,50.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)