Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Harga Emas Naik Lebih dari 1% Setelah Iran Menyerang Israel

 

Harga emas melonjak lebih dari 1% pada Selasa (1/10). Permintaan akan aset safe haven meningkat setelah serangan rudal balistik Iran terhadap Israel, memicu kekhawatiran akan pecahnya perang besar di Timur Tengah.

Melansir Reuters, harga emas spot naik 1% menjadi US$2.661,63 per ons troi pada pukul 13:40 waktu setempat (ET), setelah mencapai rekor tertinggi US$2.685,42 pada Kamis sebelumnya. Sementara itu, harga emas berjangka AS ditutup naik 0,9% menjadi US$2.690,3 per ons troi.

Iran menembakkan rudal balistik ke Israel pada hari Selasa sebagai balasan atas serangan Israel terhadap sekutu Iran, kelompok Hezbollah di Lebanon.

"Jika ada korban serius di Israel, kita bisa melihat pecahnya perang besar di Timur Tengah, dan itulah yang saat ini dikhawatirkan para pedagang, yang bisa memicu peningkatan lebih lanjut dalam permintaan safe haven untuk emas," kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.

Emas sering digunakan sebagai investasi aman di tengah ketidakpastian politik dan keuangan.

"Pembelian safe haven ini bersifat instingtif, tetapi kecuali ada rudal Iran yang benar-benar menembus pertahanan dan menyebabkan kerusakan serius di Israel, mungkin dampaknya akan serupa dengan serangan April lalu yang sebagian besar berhasil dicegat," ujar Tai Wong, pedagang logam independen yang berbasis di New York.

Sementara itu, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun, membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi lebih menarik bagi investor.

Pasar juga akan mengamati data ketenagakerjaan AS minggu ini dan pernyataan dari berbagai pejabat The Fed untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai kebijakan suku bunga bank sentral.

Pada hari Senin (30/9), emas mengalami penurunan terbesar dalam lebih dari empat minggu setelah Ketua The Fed Jerome Powell mengisyaratkan bahwa bank sentral kemungkinan akan melanjutkan pemotongan suku bunga sebesar seperempat persen ke depan.

Namun, alasan di balik reli harga emas baru-baru ini—ekspektasi penurunan suku bunga AS dan permintaan safe haven yang didorong oleh ketidakstabilan geopolitik—masih tetap ada, kata Ricardo Evangelista, analis senior di ActivTrades.

Selain emas, harga perak spot naik 0,7% menjadi US$31,36 per ons troi, platinum naik 1,2% menjadi US$987,70, sementara palladium turun 0,6% menjadi US$994,50.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini