Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Bursa Asia Mixed, Investor Cermati Rilis Data Ekonomi China

 

Bursa Asia bergerak beragam alias mixed pada perdagangan Jumat (18/10) pagi, dengan mayoritas indeks naik.

Mengutip Bloomberg, bursa saham di Jepang naik, ditopang pelemahan yen, sementara indeks di Australia dan Korea Selatan turun.

Pukul 08.29 WIB, indeks Nikkei 225 naik 107,70 poin atau 0,26% ke 39.013,93, Hang Seng naik 137,92 poin atau 0,75% ke 20,229,60, Taiex naik 516,95 poin atau 2,25% ke 23.572,46, Kospi turun 5,96 poin atau 0,28% ke 2.602,10, ASX 200 turun 54,52 poin atau 0,89% ke 8.298,40, Straits Times naik 4,46 poin atau 0,13% ke 3.630,33 dan FTSE Malaysia naik 1,26 poin atau 0,08% ke 1.643,21.

Pedagang swap mengurangi taruhan penurunan suku bunga The Fed pada dua pertemuan terakhir tahun ini. Obligasi pemeritah AS stabil setelah kenaikan imbal hasil pada Kamis (17/10) mendorong kenaikan indeks dolar.

Rilis data ekonomi AS menunjukkan pertumbuhan penjualan eceran naik melampaui ekspektasi, yang menggambarkan kuatnya daya beli konsumen.

"Ada jalan sempit menuju jeda Fed pada November, namun kemungkinan besar hal ini memerlukan laporan ekonomi penting yang mengindikasikan ekonomi AS lebih kuat dari yang diasumsikan," kata Matthew Weller di Forex.com dan City Index.

Di Asia, investor akan fokus pada rilis data PDB China kuartal III yang diperkirakan melambat. Data harga rumah, produksi industri dan penjualan ritel akan dirilis Jumat ini, dan diharapkan akan memberikan kejelasan lebih lanjut bagi investor.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)