Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bursa Asia Mixed, Investor Cermati Rilis Data Ekonomi China

 

Bursa Asia bergerak beragam alias mixed pada perdagangan Jumat (18/10) pagi, dengan mayoritas indeks naik.

Mengutip Bloomberg, bursa saham di Jepang naik, ditopang pelemahan yen, sementara indeks di Australia dan Korea Selatan turun.

Pukul 08.29 WIB, indeks Nikkei 225 naik 107,70 poin atau 0,26% ke 39.013,93, Hang Seng naik 137,92 poin atau 0,75% ke 20,229,60, Taiex naik 516,95 poin atau 2,25% ke 23.572,46, Kospi turun 5,96 poin atau 0,28% ke 2.602,10, ASX 200 turun 54,52 poin atau 0,89% ke 8.298,40, Straits Times naik 4,46 poin atau 0,13% ke 3.630,33 dan FTSE Malaysia naik 1,26 poin atau 0,08% ke 1.643,21.

Pedagang swap mengurangi taruhan penurunan suku bunga The Fed pada dua pertemuan terakhir tahun ini. Obligasi pemeritah AS stabil setelah kenaikan imbal hasil pada Kamis (17/10) mendorong kenaikan indeks dolar.

Rilis data ekonomi AS menunjukkan pertumbuhan penjualan eceran naik melampaui ekspektasi, yang menggambarkan kuatnya daya beli konsumen.

"Ada jalan sempit menuju jeda Fed pada November, namun kemungkinan besar hal ini memerlukan laporan ekonomi penting yang mengindikasikan ekonomi AS lebih kuat dari yang diasumsikan," kata Matthew Weller di Forex.com dan City Index.

Di Asia, investor akan fokus pada rilis data PDB China kuartal III yang diperkirakan melambat. Data harga rumah, produksi industri dan penjualan ritel akan dirilis Jumat ini, dan diharapkan akan memberikan kejelasan lebih lanjut bagi investor.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini