Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Bursa Asia Memerah di Tengah Ketegangan Timur Tengah Rabu (2/10), Nikkei Turun 1,4%

 

Pasar Asia-Pasifik dibuka melemah pada Rabu (2/10) pagi, mengikuti awal bulan perdagangan yang buruk di Wall Street.

Indeks-indeks utama mengalami penurunan di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Indeks S&P/ASX 200 Australia dibuka turun 0,3%. Sementara Nikkei 225 Jepang memulai hari perdagangan dengan penurunan 1,4%.

Indeks Kospi Korea Selatan juga turun 1% pada pembukaan perdagangan. Sedangkan indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil mengalami penurunan 0,8%.

Indeks Futures Hang Seng Hong Kong berada pada level 20.768, lebih rendah dibandingkan penutupan terakhir di angka 21.133,68.

Sementara itu, pasar di China Daratan ditutup pada hari Rabu dan akan tetap libur sepanjang minggu karena perayaan liburan Golden Week.

Para pedagang di Asia juga tengah memantau data inflasi konsumen dari Korea Selatan. Indeks harga konsumen negara tersebut naik 1,6% pada bulan September dibandingkan tahun sebelumnya.

Data ini dirilis pada Rabu pagi dan tidak sesuai dengan ekspektasi para ekonom yang disurvei oleh Reuters, yang memperkirakan angka inflasi sebesar 1,9%.

Di Amerika Serikat, semalam, Dow Jones Industrial Average turun lebih dari 173 poin, S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing turun 0,93% dan 1,53%.

Harga minyak dan Indeks Volatilitas CBOE melonjak setelah Iran menembakkan rudal balistik ke Israel.

Serangan ini terjadi setelah Israel memulai operasi darat ke Lebanon di tengah meningkatnya ketegangan dengan kelompok militan Hizbullah yang didukung oleh Iran.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan bahwa serangan rudal Iran gagal dan berjanji untuk membalasnya.

"Iran membuat kesalahan besar malam ini — dan mereka akan membayar harganya," katanya, menurut NBC News, seraya menambahkan bahwa "rezim di Iran tidak memahami tekad kami untuk membela diri dan tekad kami untuk membalas serangan terhadap musuh-musuh kami."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)