Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Cek Rekomendasi Saham BBNI, Setelah Mencetak Kinerja Positif Kuartal III 2024

 

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berhasil mencatatkan kinerja yang apik pada kuartal III-2024. Secara tahunan laba BNI tumbuh 3,5% menjadi Rp 16,30 triliun.

Adapun secara kuartalan, labanya konsisten tumbuh 4,7%. Secara berturut-turut dari kuartal I hingga kuartal III laba BNI sebesar Rp 5,32 triliun, Rp 5,36 triliun, dan Rp 5,61 triliun.

BNI juga berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 9,48% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp 735,02 triliun. Adapun secara kuartalan kreditnya tumbuh 1,1%.

Kenaikan kredit pun turut mendongkrak kinerja aset perseroan yang naik 5,82% yoy menjadi Rp 1.068,08 triliun.

Pertumbuhan ini didorong oleh segmen korporasi yang mencatat kenaikan sebesar 1,5% secara kuartalan dan 15,1% YoY menjadi Rp 409,2 triliun.

Selain itu, segmen konsumer secara keseluruhan mencatat pertumbuhan 3,2% secara kuartalan dan 14,6% YoY menjadi Rp 137 triliun, dengan kredit personal (payroll) dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebagai pendorong utama.

Direktur Finance BNI Novita Widya Anggraini mengatakan, tahun ini untuk segmen menengah dan kecil masih difokuskan dalam hal perbaikan credit underwriting sehingga kedua segmen ini akan siap menjadi diversifikasi pertumbuhan kredit BNI tahun depan.

Anak Perusahaan BNI, seperti BNI Finance, juga telah menjadi mesin pertumbuhan baru. Salah satu contohnya adalah kolaborasi antara BNI dan BNI Finance dalam pembiayaan bersama (joint financing) untuk meningkatkan kredit segmen consumer, terutama untuk produk Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). 

Kerja sama ini menghasilkan pertumbuhan yang sangat baik, dengan penyaluran KKB mencapai Rp 1 triliun per September 2024, naik dibandingkan periode 2023.

Hal ini sesuai dengan strategi BNI untuk memperkuat sinergi antar anggota Grup BNI.  

Selain itu, kinerja solid BNI didorong oleh pulihnya pendapatan operasional dan kualitas aset yang terjaga dengan baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini