Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Intip Rekomendasi Saham Pilihan Analis Rabu (2/10), IHSG Berpotensi Menguat Terbatas

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan memulai perdagangan dari posisi 7.642,13 pada hari ini, Rabu (2/10). Level ini didapat setelah IHSG menguat 1,52%  pada akhir perdagangan Selasa (1/10). 

Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus melihat sentimen global dari sejumlah rilis data Amerika Serikat (AS) memengaruhi kondisi pasar. 

Misalnya, US JOLTS Job Openings mengalami kenaikan dari sebelumnya 7.711 ribu pada Agustus 2024 menjadi 8.040 ribu pada September 2024. Hal ini tentu saja mengindikasikan bahwa adanya peningkatan permintaan tenaga kerja yang moderat. 

Untuk ISM Manufacturing juga tetap berada di level 47,2 pada September 2024. Meskipun stabil, dirinya melihat ada potensi pelemahan di masa mendatang. 

Dari pasar Eropa, data inflasi secara bulanan (month on month/MoM) mengalami penurunan dari sebelumnya 0,1% pada Agustus menjadi -0,1% dan secara tahunan (yoy) turun dari sebelumnya 2,2% menjadi 1,8%.

Kemudian Consumer Price Index mengalami penurunan dari sebelumnya 2,8% (yoy) menjadi 2,7% (yoy). Melihat kondisi itu, Bank Sentral Eropa tampaknya akan kembali menurunkan tingkat suku bunga. Ditambah lagi adanya tensi geopolitik yang kembali memanas. 

"Untuk pertama kalinya sejak tahun 2021, inflasi Eropa akhirnya turun di bawah 2% yang membuat potensi penurunan sebanyak 25 basis poin (bps) mulai kembali terlihat," kata Nico dalam riset hariannya, Rabu (2/10).

Dari pasar dalam negeri, Bank Indonesia merilis tingkat inflasi Indonesia untuk bulan September 2024 yang secara tahunan tercatat menurun dari sebelumnya 2,12% menjadi 1,84%, secara bulanan juga mengalami penurunan dari sebelumnya -0,03% menjadi -0,12%, dan inflasi inti secara tahunan tercatat naik dari sebelumnya 2,02% menjadi 2,09%. 

"Dengan begitu Indonesia telah mengalami deflasi selama 5 bulan berturut," ujarnya.

Selain inflasi, kemarin indeks manufaktur PMI untuk bulan September juga yang masih terkontraksi atau di bawah 50 meskipun mengalami kenaikan dari sebelumnya 48,9 menjadi 49,2.

"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance di level 7.465 – 7.675. Potensi koreksi, tetap terbuka," terangnya.

Equity Analyst Kanaka Hita Solvera William Wibowo menyampaikan secara teknikal IHSG masih lebih berpeluang menguji support 7.460 dengan resistance 7.740 pada Rabu (2/10).

"Sentimen profit taking, pergerakan harga komoditas serta pergerakan bursa saham internasional berpotensi akan mempengaruhi pergerakan IHSG," kata William kepada Kontan, Selasa (1/10).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini