Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Cek Rekomendasi Saham BDKR, TINS, PTRO dan ERAL untuk Perdagangan Hari Ini (28/10)

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan memulai perdagangan di posisi 7.694,66. Level ini diraih usai IHSG ditutup melemah 0,28% atau 21,88 poin pada perdagangan Jumat (25/10).

Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartant melihat tekanan pada IHSG datang dari sektor perbankan, dan ditambah parah dengan net sell asing yang besar.

Ia mengatakan IHSG mengalami tren yang masih sideways, namun arahnya melemah. Estimasi target pelemahan bisa mencapai demand zone pada 7.420 – 7.480. Kondisi ini berdekatan dengan siklus IHSG yang melemah di bulan November. 

"Jadi bisa dikatakan bahwa pelemahan beberapa hari terakhir mencerminkan kondisi IHSG yang akan terjadi di bulan November," tulis William dalam risetnya, Senin (28/10).

Secara teknikal, IHSG mengkonfirmasi kegagalan menembus level 7/800 sebagai resistance, terbentuk pola inverted cup and handle dengan neckline pada 7.420. Artinya IHSG berpotensi mengalami downtrend jika level 7.420 ditembus turun. Namun sebelum penembusan ini, diperkirakan pergerakan IHSG berakhir sideways.

"Kami memproyeksikan hari ini IHSG berpotensi bergerak melemah dalam range 7.680 – 7.714," ujarnya.

Berikut beberapa saham yang direkomendasikan secara teknikal untuk hari ini, meliputi:

1. PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR)

Penguatan konsisten di atas MA5 dan MA20 untuk trend following.

  • Rekomendasi: Buy
  • Support: Rp 950
  • Resistance: Posisi all time high

2. PT Timah Tbk (TINS

Potensi melemah terindikasi dari harga yang menurun di bawah indikator MA20.

  • Rekomendasi: Wait and see
  • Support: Rp 1.255
  • Resistance: Rp 1.415

3. PT Petrosea Tbk (PTRO)

Penguatan konsisten di atas MA5 dan MA20 untuk trend following.

  • Rekomendasi: Buy
  • Support: Rp 16.500
  • Resistance: Posisi all time high

4. PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL)

Pergerakan harga membentuk demand zone pada area 248 – 268.

  • Rekomendasi: Buy
  • Support: Rp 248
  • Resistance: Rp 268

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini