Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Harga Minyak Dunia Stabil Rabu (30/10) Pagi, Persediaan Minyak Mentah AS Menyusut

 

Harga minyak stabil pada Rabu (30/10), setelah data industri menunjukkan penurunan tak terduga dalam persediaan minyak mentah dan bensin Amerika Serikat (AS).

Hal ini terjadi setelah dua sesi penurunan sebelumnya karena adanya prospek penurunan ketegangan di Timur Tengah.

Melansir Reuters, harga minyak mentah Brent naik 21 sen atau 0,3% menjadi US$71,33 per barel pada pukul 00:02 GMT.

Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 22 sen, atau 0,3%, menjadi US$67,43 per barel.

Persediaan minyak mentah dan bahan bakar AS turun minggu lalu, menurut sumber pasar yang mengutip data dari American Petroleum Institute (API) pada Selasa.

Stok minyak mentah menurun sebanyak 573.000 barel pada minggu yang berakhir 25 Oktober, ungkap sumber tersebut yang berbicara dengan syarat anonim.

Stok bensin berkurang 282.000 barel, sementara stok distilat turun sebanyak 1,46 juta barel, tambah sumber tersebut.

Sebelumnya, sembilan analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan kenaikan 2,2 juta barel pada persediaan minyak mentah.

Data resmi dari pemerintah AS dijadwalkan akan dirilis pada hari Rabu ini.

Laporan API ini membantu membalikkan arah harga setelah penurunan lebih dari 6% dalam dua sesi sebelumnya.

Harga minyak jatuh pada Selasa setelah seorang jurnalis Axios melaporkan di X bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan mengadakan pertemuan darurat dengan sejumlah menteri, kepala militer, dan komunitas intelijen untuk membahas solusi diplomatik atas konflik di Lebanon.

Pada hari Senin, harga minyak turun sekitar 6% setelah serangan balasan Israel terhadap Iran selama akhir pekan tidak mengenai infrastruktur minyak di Teheran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini