Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

BEI Menyetop Sementara Perdagangan Saham Barito Renewables (BREN) Hari Ini

 

Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan (suspensi) sementara perdagangan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) untuk hari ini. Penghentian ini dilakukan karena terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham BREN.

"Dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham Barito Renewables Energy (BREN) pada perdagangan tanggal 10 November 2023," ungkap Donni Kusuma Permana, PH Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI dan Martin Satria D. Baku, PH Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI dalam pengumuman Kamis (9/11).

Penghentian sementara perdagangan saham BREN dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai. Suspensi bertujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasi di saham BREN.

Pada perdagangan kemarin, Kamis (9/11), harga saham BREN melejit 18,75% ke Rp 5.225 per saham. Ini adalah harga tertinggi saham BREN sejak mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia pada 9 Oktober 2023 lalu.

Sejak melantai di BEI bulan lalu, harga saham BREN sudah naik lebih dari enam kali lipat atau 570% dari harga initial public offering (IPO) yang hanya Rp 780 per saham.

EI mengumumkan pergerakan harga di luar kebiasaan atawa unusual market activity (UMA) saham BREN pada 17 Oktober lalu. Saham BREN masuk UMA karena peningkatan harga saham yang signifikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini