Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bukalapak (BUKA) Susun Strategi Bisnis Hadapi Pertumbuhan Ekonomi Digital

 

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) susun strategi bisnis dalam mengantisipasi dampak pertumbuhan ekonomi digital yang kian signifikan di Indonesia pada masa mendatang.

Sebagaimana diketahui, dalam riset Google, Temasek, dan Bain & Company, nilai Gross Merchandise Value (GMV) ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai US$ 82 miliar pada 2023 atau tumbuh 8% dibandingkan tahun sebelumnya.

Setelah 2023, GMV ekonomi digital Indonesia diprediksi kembali tumbuh 15% menjadi US$ 109 miliar pada 2025. Adapun pada 2030 nanti, GMV ekonomi digital nasional diperkirakan melesat di kisaran US$ 210—US$ 360 miliar.

Kontributor utama pendorong ekonomi digital datang dari sektor e-commerce. Nilai GMV sektor tersebut diperkirakan naik 7% dibandingkan tahun lalu menjadi US$ 62 miliar pada 2023.

Sedangkan pada 2025, GMV sektor e-commerce diprediksi mencapai US$ 82 miliar atau naik 15% dari proyeksi 2023. Tahun 2030 nanti, sektor e-commerce diperkirakan memiliki GMV sekitar US$ 160 miliar.

Fairuza Ahmad Iqbal, AVP of Media and Communications Bukalapak mengatakan, fokus Bukalapak saat ini ada pada pertumbuhan perusahaan dan anak usaha yang lebih baik pada masa mendatang, sehingga bisa memberi manfaat bagi pemangku kepentingan terutama pemegang saham.

Bukalapak akan terus membantu mendorong pertumbuhan UMKM melalui platform marketplace Bukalapak dengan selalu mengembangkan fitur-fitur inovatif di platform tersebut untuk membantu para pelapak mengoptimalkan penjualan. "Kami juga ingin melayani berbagai kebutuhan masyarakat Indonesia melalui specialised platforms, salah satunya gaming yang memiliki potensi besar terhadap pertumbuhan ekonomi digital Indonesia," ujar Fairuza, Kamis (9/11).

Hal ini yang kemudian mendorong Bukalapak, melalui specialised gaming platforms di ekosistemnya seperti Itemku dan Lapakgaming, untuk berkomitmen memenuhi kebutuhan berbagai gaya hidup digital masyarakat Indonesia, termasuk para peminat game. Dengan begitu, Bukalapak menegaskan upayanya dalam memperkuat industri gaming, e-sport, dan digital Indonesia.

Selain itu, Mitra Bukalapak yang dihadirkan sejak tahun 2018 telah menjadi pemimpin di bisnis online-to-offline (O2O) dalam memenuhi kebutuhan digital pemilik bisnis dengan menyediakan akses ke berbagai produk fisik, virtual, dan keuangan. 

Melalui beragam fitur di aplikasi Mitra Bukalapak, perusahaan e-commerce ini membantu para pemilik warung memperluas variasi produk dan layanan yang dijual, baik fisik maupun virtual. Sebagai contoh, para pemilik warung dapat memiliki specialised gaming platform di ekosistem Bukalapak.

Artinya, Bukalapak dapat memberikan akses kepada Mitra Bukalapak untuk berjualan voucher gaming ke seluruh peminat online games dari seluruh lapisan masyarakat. Alhasil, para pelaku bisnis tradisional ini dapat mentransformasi bisnisnya menjadi bisnis modern. "Para pemilik warung yang menggunakan aplikasi Mitra Bukalapak tercatat dapat meningkatkan pendapatan mereka hingga 3 kali lipat," tandas dia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini