Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Banyak Sentimen Positif Buat IHSG, Cek Deretan Saham Ini


Sepanjang pekan lalu, IHSG menguat 0,46% secara point-to-point (ptp). Dengan ini, maka IHSG sudah menguat selama empat pekan beruntun.

Dalam lima hari perdagangan pada pekan lalu, IHSG terpantau mencatatkan penguatan sebanyak tiga kali dan melemah sebanyak dua kali. Sementara itu pada perdagangan Jumat akhir pekan lalu, IHSG ditutup naik tipis 0,08% ke posisi 7.009,63.

Data pasar menunjukkan investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) mencapai Rp 304,77 miliar di seluruh pasar sepanjang pekan lalu. Adapun rinciannya yakni sebesar Rp 83,63 miliar di pasar reguler dan sebesar Rp 221,14 miliar di pasar tunai dan negosiasi.

Sentimen positif cenderung mendominasi pasar keuangan global pekan lalu. 

Pertama dari global, dolar AS sudah mulai melandai, terlihat dari data Jumat pekan lalu, di mana indeks dolar (DXY) turun ke posisi103,40, nilai ini menyusut dibandingkan posisi hari sebelumnya sebesar 103,77.

Beralih ke domestik, Bank Indonesia (BI) diketahui mempertahankan suku bunga acuan BI-7 day reverse repo rate (BI7DRR), sebagai hasil rapat dewan gubernur pada 22-23 November 2023. BI rate dipertahankan di level 6%, sama seperti level saat kenaikan bulan lalu sebesar 25 basis points (bp) pada 19 Oktober 2023.

Di tengah sentimen positif terhadap IHSG tersebut, ada tiga saham yang menarik untuk dicermati, berikut daftarnya: 

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)

AMMN sedang membentuk formasi bullish harami dan berpotensi menembus mother candle dari formasi tersebut. AMMN saat ini berpotensi menguji area classic resistance yang didukung oleh indikator MACD yang masih bergerak di area positif.

Buy: 7150
Take Profit: 7550
Stop Loss: 6800

PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)

MIDI telah menembus area mid band dari indikator Bollinger band dan berpotensi untuk mengejar target classic resistance, dimana hal ini didukung oleh momentum stochastic yang mengarah ka atas pada area netral, mengindikasikan MIDI akan mencapai classic resistance beberapa waktu ke depan.

Buy: 474
Take Profit: 500
Stop Loss: 452

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP)

HMSP berpotensi menguji area classic resistance setelah menguat dari mid band pada indikator bollinger band. Hal ini didukung dari momentum stochastic yang mengarah ke atas pada area netral, mengindikasikan HMSP berpeluang melanjutkan kenaikannya.

Buy: 985
Take Profit: 1005
Stop Loss: 965

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini