Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Perkuat Fundamental UNVR, Ira Noviarti Tempati Posisi Baru

 

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) akan memiliki pemimpin dan model operasional baru mulai Januari 2024. Dengan perubahan ini, Unilever Indonesia akan dikelola secara Unit Bisnis.

Nantinya ada lima Unit Bisnis yang dijalankan, yakni Beauty and Wellbeing, Personal Care, Home Care, Nutrition, dan Ice Cream. Model bisnis ini telah diterapkan di tingkat induk perusahaan global dan mendapatkan respon yang positif dari berbagai pemangku kepentingan.

Perubahan ini bertujuan untuk mempertajam potensi pertumbuhan jangka panjang perusahaan di Indonesia. Dengan perubahan kepemimpinan dan model operasional yang inovatif ini, UNVR akan memasuki era baru yang penuh potensi untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)