Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

S&P 500 Turun Lebih Dari 1% Menjadi Ditutup Di Bawah Level 4.200 Untuk Pertama Kalinya Sejak Mei

 

S&P 500 jatuh ke level terendah sejak Juni pada hari Rabu (25/10) setelah hasil kuartalan yang mengecewakan dari perusahaan induk Google, Alphabet, dan kenaikan suku bunga.

Indeks acuan turun 1,3%, menembus level penting 4,200 yang banyak diawasi oleh analis grafik. Kerugian saham meningkat selama sesi tersebut setelah saham acaun menembus level tersebut. Indeks Nasdaq Composite kehilangan 2,3% dan berada di jalur menuju hari terburuknya pada 21 Februari, ketika indeks merosot 2,5%. Dow Jones Industrial Average turun 79 poin, atau 0,2%.

Saham Alphabet anjlok lebih dari 9% karena bisnis cloud-nya meleset dari perkiraan para analis, menutupi pertumbuhan pendapatan dan laba yang kuat. Penurunan saham Alphabet menempatkannya pada laju penurunan terburuk sejak Maret 2020. Sektor jasa komunikasi S&P 500 merosot 5,8%, berada di jalur menuju hari terburuk sejak Februari 2022.

Sementara itu, saham raksasa teknologi sejenis Apple dan Amazon, masing-masing turun 1,4% dan hampir 6%. Amazon akan melaporkan hasil kuartal ketiga setelah bel penutupan pada hari Kamis.

Meskipun pendapatan perusahaan tetap menjadi fokus investor minggu ini, investor juga terus memperhatikan imbal hasil, karena imbal hasil berada di dekat level tertinggi dalam beberapa tahun. Imbal hasil acuan Treasury 10-tahun naik 11 basis poin menjadi 4,954%. Ini diperdagangkan di atas 5% pada awal minggu, yang mengguncang investor dan menekan saham-saham teknologi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)