Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Saham Jepang Turun karena Laba Teknologi AS yang Mengecewakan

 

Saham-saham Jepang melemah, dengan sektor teknologi memimpin kerugian, menyusul saham-saham AS yang melemah pasca laba Alphabet dan Meta yang mengecewakan.

Indeks Topix turun 0,5% menjadi 2,243.60 pada pukul 09:05 pagi waktu Tokyo. Indeks Nikkei turun 1,2% menjadi 30.882,44.

Toyota Motor Corp berkontribusi paling besar terhadap penurunan Indeks Topix, turun 1,4%. Dari 2.154 saham dalam indeks tersebut, 539 saham menguat dan 1.234 saham melemah, sedangkan 381 saham stagnan.

Perusahaan induk Google, Alphabet, anjlok setelah laba cloud-nya lebih kecil dari perkiraan. Saham meta turun setelah perusahaan mengatakan bahwa ada kekhawatiran dalam bisnis periklanan karena situasi ekonomi.

Biaya pinjaman yang tinggi membebani pasar setelah penjualan rumah baru di AS meningkat, dan imbal hasil Treasury kembali meningkat. (Tgh)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)