Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Ada Rapat FOMC, Intip Harga Emas Hingga Akhir 2023

 

Harga emas di pasar spot sempat bertengger di atas US$ 2.000 per ons troi, meski kembali turun ke US$ 1.986/ons troy pada Rabu (1/11) pukul 22.08 WIB.

Research & Development ICDX Revandra Aritama mengatakan, harga emas mendapat dorongan dari bergejolaknya konflik Timur Tengah. Israel memperluas operasi darat di Gaza dan dilaporkan menargetkan jalan utama Utara-Selatan Gaza serta menyerang Kota Gaza dari dua arah.

"Ancaman eskalasi lebih lanjut konflik dapat meluas ke konflik regional yang lebih luas meningkatkan permintaan terhadap aset safe-haven," ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (1/11).

Meski begitu, emas sensitif terhadap kenaikan suku bunga karena meredupkan daya tariknya dibandingkan produk keuangan lainnya yang menghasilkan bunga.

Pelaku pasar mencermati data yang menjadi ukuran inflasi yang disukai Fed oleh Biro Analisis Ekonomi AS, Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE).

PCE inti yang tidak termasuk komponen makanan dan energi tumbuh pada 3,7% secara tahunan pada bulan September dari pembacaan sebelumnya sebesar 3,8% dan sesuai dengan ekspektasi pasar. Indeks harga PCE keseluruhan naik 3,4%, menyamai kenaikan Agustus.

"Data PCE dirilis sebelum pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (PCE) pada 31 Oktober – 1 November berpotensi menjadi pertimbangan bank sentral AS untuk menentukan keberlanjutan tingkat suku bunga acuan," kata Revandra.

Hingga akhir tahun, secara teknikal harga emas memiliki support di level US$ 1.850/ons troy. Sementara untuk resistance berada di US$ 2.080/ons troy.

"Pergerakan harga emas dipengaruhi oleh prospek tingkat suku bunga The Fed mendatang dan situasi geopolitik yang berkembang. Dari sisi permintaan, pelaku pasar juga turut memperhatikan pertumbuhan ekonomi China sebagai salah satu konsumen utama emas," imbuhnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini