Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Ada Rapat FOMC, Intip Harga Emas Hingga Akhir 2023

 

Harga emas di pasar spot sempat bertengger di atas US$ 2.000 per ons troi, meski kembali turun ke US$ 1.986/ons troy pada Rabu (1/11) pukul 22.08 WIB.

Research & Development ICDX Revandra Aritama mengatakan, harga emas mendapat dorongan dari bergejolaknya konflik Timur Tengah. Israel memperluas operasi darat di Gaza dan dilaporkan menargetkan jalan utama Utara-Selatan Gaza serta menyerang Kota Gaza dari dua arah.

"Ancaman eskalasi lebih lanjut konflik dapat meluas ke konflik regional yang lebih luas meningkatkan permintaan terhadap aset safe-haven," ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (1/11).

Meski begitu, emas sensitif terhadap kenaikan suku bunga karena meredupkan daya tariknya dibandingkan produk keuangan lainnya yang menghasilkan bunga.

Pelaku pasar mencermati data yang menjadi ukuran inflasi yang disukai Fed oleh Biro Analisis Ekonomi AS, Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE).

PCE inti yang tidak termasuk komponen makanan dan energi tumbuh pada 3,7% secara tahunan pada bulan September dari pembacaan sebelumnya sebesar 3,8% dan sesuai dengan ekspektasi pasar. Indeks harga PCE keseluruhan naik 3,4%, menyamai kenaikan Agustus.

"Data PCE dirilis sebelum pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (PCE) pada 31 Oktober – 1 November berpotensi menjadi pertimbangan bank sentral AS untuk menentukan keberlanjutan tingkat suku bunga acuan," kata Revandra.

Hingga akhir tahun, secara teknikal harga emas memiliki support di level US$ 1.850/ons troy. Sementara untuk resistance berada di US$ 2.080/ons troy.

"Pergerakan harga emas dipengaruhi oleh prospek tingkat suku bunga The Fed mendatang dan situasi geopolitik yang berkembang. Dari sisi permintaan, pelaku pasar juga turut memperhatikan pertumbuhan ekonomi China sebagai salah satu konsumen utama emas," imbuhnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)