Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Nasdaq Composite dan S&P 500 turun pada hari Rabu

 

Nasdaq Composite dan S&P 500 turun pada hari Rabu (25/10) karena merosotnya saham induk Google, Alphabet menyusul hasil kuartalan terbarunya menyebabkan sektor teknologi yang lebih luas melemah. Rebound dalam imbal hasil Treasury 10-tahun juga membebani saham-saham yang terkait dengan pertumbuhan.

Nasdaq Composite kehilangan 1,8%, sedangkan S&P 500 turun 0,9%. Dow Jones Industrial Average bertambah 40 poin, atau 0,1%. S&P 500, yang turun sekitar 2% di bulan Oktober, membukukan kenaikan pertamanya dalam enam sesi pada hari Selasa.

Saham Alphabet anjlok lebih dari 8% karena bisnis cloud-nya meleset dari perkiraan para analis, menutupi pertumbuhan pendapatan dan laba yang kuat. Penurunan saham Alphabet merupakan penurunan terburuk sejak Oktober 2022. Sektor jasa komunikasi S&P 500 merosot hampir 5%, dan berada di jalur menuju hari terburuk sejak Oktober 2022. Alphabet adalah komponen terbesar di sektor ini.

Sementara itu, saham raksasa teknologi sejenis Apple dan Amazon, masing-masing turun 0,3% dan 3,3%. Amazon akan melaporkan hasil kuartal ketiga setelah bel penutupan pada hari Kamis.

Meskipun pendapatan perusahaan tetap menjadi fokus investor minggu ini, investor juga terus memperhatikan imbal hasil, karena imbal hasil berada di dekat level tertinggi dalam beberapa tahun. Imbal hasil Treasury 10-tahun yang menjadi acuan bertambah 7 basis poin dan kembali di atas 4,90%. Ini diperdagangkan di atas 5% pada awal minggu, yang mengguncang investor dan memukul saham-saham teknologi. (Arl)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)