Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Era Digital Media (AWAN) Berupaya Genjot Kinerja Bisnis pada Sisa Tahun 2023

 

PT Era Digital Media Tbk (AWAN) genjot kinerja bisnis di sisa tahun 2023. Di tengah merosotnya laba bersih, pihaknya memproyeksikan nilai pendapatan selama tahun 2023 tetap bertumbuh dibandingkan tahun 2022. 

Mengutip laporan keuangan AWAN, pendapatan hingga kuartal ketiga 2023 tercatat bertumbuh 7,02% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 23,16 miliar, dari sebelumnya Rp 21,64 miliar. 

Namun, laba neto yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih AWAN anjlok ke angka Rp 328,24 juta, dibandingkan Rp 7,32 miliar pada posisi yang sama tahun sebelumnya. 

Direktur Utama Era Digital Media Shaanee P Harjani mengungkap, penurunan laba bersih tersebut disebabkan oleh melesunya bisnis digital AWAN. Pendapatan bisnis digital per kuartal III-2023 tercatat sebesar Rp 12,13 miliar, dari yang semula Rp 17,51 miliar di tahun 2022. 

Di sisi lain, bisnis cloud yang sudah dirintis AWAN sejak tahun 2020 terpantau terus bertumbuh positif. Pendapatan dari lini bisnis ini mampu bertumbuh 120% YoY menjadi Rp 9,09 miliar per kuartal ketiga lalu. 

“Tapi gara-gara ada bisnis cloud revenuenya cukup naik drastis, jadi secara omzet kami bisa lebih tinggi,” ungkap Shaanee, saat ditemui usai Paparan Publik pada Rabu (8/11). 

Pihaknya optimistis pendapatan hingga akhir tahun 2023 bisa tetap bertumbuh dibandingkan tahun sebelumnya. Optimisme ini sejalan strategi AWAN untuk mengembangkan bisnis cloud yang punya potensi keuntungan sangat besar ke depannya. 

Sebagai upaya mencapai pertumbuhan tersebut, AWAN getol berinvestasi di lini bisnis ini, salah satunya dengan menambah puluhan server agar bisa menggaet lebih banyak pelanggan korporasi. 

“Tapi memang bisnis cloud itu investasinya lebih besar ya, jadi secara operasional cost juga lumyan cukup besar. Jadi kami kan sudah bikin highway cloud servernya, jadi begitu pelanggannya naik nanti akan tercover itu alasannya,” jelasnya. 

Manajemen AWAN mencatat, pertumbuhan pelanggan dari bisnis cloud miliknya juga konsisten terus bertumbuh. Hingga Oktober 2023 pihaknya sudah memiliki 117 pelanggan korporasi, dibandingkan 45 pelanggan pada awal tahun 2023. 

Shaanee berharap, sampai tutup tahun nanti, jumlah pelanggan cloud AWAN bisa mencapai 150 pelanggan yang berasal dari berbagai sektor usaha. 

Dari sisi belanja modal atau capital expenditure (Capex), AWAN sudah membelanjakan sekitar Rp 20 miliar yang mayoritasnya digunakan untuk membeli server baru. 

“Untuk pembelian server mayoritasnya. kita udh jalankan, dan kebetulan sekali sampainya telat, harusnya ekspektasi sampai Juli lalu tapi mundur ke sekarang, barang-barang kami landing di Jakarta, ada hampir 80 server secara bersamaan masuk,” tandasnya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini