Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Breaking! IHSG Ambles 1,39% Balik ke Level 6.700

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau ambles lebih dari 1% pada perdagangan sesi I Kamis (26/10/2023), di tengah memburuknya sentimen pasar global setelah adanya indikasi bahwa perekonomian Amerika Serikat (AS) masih cukup kuat di kuartal III-2023.

Per pukul 10:13 WIB, IHSG ambles 1,39% ke posisi 6.739,694. IHSG kembali terkoreksi ke level psikologis 6.700 pada sesi I hari ini.

Nilai transaksi indeks pada sesi I hari ini mencapai sekitaran Rp 3 triliun dengan melibatkan 6 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 459.874 kali. Sebanyak 166 saham menguat, 317 saham melemah dan 196 saham stagnan.

Secara sektoral, sektor bahan baku menjadi pemberat terbesar IHSG pada perdagangan sesi I hari ini yakni mencapai 1,3%.

IHSG ambles mengikuti pergerakan pasar saham global yang juga ambles pada hari ini dan kemarin. Sentimen pasar global kembali memburuk setelah adanya indikasi bahwa perekonomian Amerika Serikat (AS) semakin kuat dan membuat bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) cenderung mempertahankan kebijakan hawkish-nya.

Pasar global berekspektasi bahwa pertumbuhan ekonomi AS untuk kuartal-III 2023 (quarter-on-quarter/qoq adv) menjadi 4,3% qoq dibandingkan kuartal-II yang sebesar 2,1%.

Ekonomi AS yang masih kuat didukung dengan pertumbuhan ekonomi kuartal nya yang berpotensi meningkat, akan memberikan tekanan terhadap rupiah karena investor melihat ekonomi AS saat ini sedang ketat dan panas.

Hal ini dapat membuat The Fed akan masih bersikap hawkish dalam waktu yang lebih lama karena ekonomi AS masih cukup kuat.

"The Fed mengambil langkah dengan hati-hati dan para pembuat kebijakan akan membuat keputusan mengenai sejauh mana kebijakan tambahan akan diperkuat dan berapa lama kebijakan akan tetap bersifat restriktif berdasarkan totalitas data yang masuk, prospek yang berkembang, dan keseimbangan risiko, kata Ketua The Fed, Jerome Powell di Economic Klub New York.

Powell menambahkan bahwa kebijakan ketat memberikan tekanan pada aktivitas ekonomi dan inflasi. Namun, bukti tambahan mengenai pertumbuhan yang terus-menerus berada di atas tren, atau bahwa pengetatan pasar tenaga kerja tidak lagi berkurang, dapat menempatkan kemajuan inflasi lebih lanjut dalam risiko dan memerlukan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut.

Powell juga mencatat bahwa inflasi masih terlalu tinggi dan bahwa pengembalian berkelanjutan ke sasaran inflasi 2% kemungkinan memerlukan periode pertumbuhan di bawah tren dan kondisi pasar tenaga kerja yang lebih lemah.

The Fed mempertahankan kisaran target suku bunga dana federal pada level tertinggi dalam 22 tahun sebesar 5,25%-5,5% pada pertemuan September 2023.

Sementara para pelaku pasar melihat The Fed masih akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 1 November mendatang. Menurut perangkat Fedwatch, Pasar meyakini 97,5% The Fed tetap mempertahankan suku bunga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)