Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

IHSG Berpotensi Menguat Terbatas, Cermati Rekomendasi Saham Hari Ini 13 Februari 2023

 


Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat terbatas pada perdagangan saham, Senin (13/2/2023).

CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, IHSG saat ini masih terus berada dalam rentang konsolidasi wajar di tengah tekanan yang berasal dari beberapa saham yang alami koreksi drastis.

Akan tetapi, ia menilai, peluang tetap dapat dimanfaatkan untuk mendulang capital gain dari saham yang memiliki fundamental kuat. Ia menambahkan, kondisi IHSG dalam jangka panjang juga masih menunjukkan kenaikan cukup besar mengingat kondisi ekonomi masih cukup stabil terlihat dari data yang sudah dirilis.

“Hari ini IHSG berpotensi menguat terbatas. IHSG di kisaran 6.803-6.902,” ujar William dalam catatannya.

Sementara itu, Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan,  IHSG ditutup terkoreksi 0,2 persen ke 6.880, koreksinya pun sempat menembus area support di 6.827 dan MA60nya serta masih disertai dengan volume penjualan.

“Selama IHSG belum mampu break resistance di 6.961, posisi IHSG saat ini berada di awal wave [ii] dari wave C sehingga IHSG masih rawan terkoreksi untuk menguji rentang area 6.712-6.800. Meskipun menguat, kami perkirakan penguatan IHSG hanya akan berada pada rentang 6.900-6.927,” kata dia.

Herditya prediksi, level support di kisaran 6.767,6.693 dan level resistance 6.961,7.053 pada Senin, 13 Februari 2023.           

Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Surya Essa Perkasa Tbk (ESSA), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI).

Sedangkan William memilih saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Kemudian PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), dan PT Astra International Tbk (ASII).

1.PT Adaro Energy Tbk (ADRO) - Buy on Weakness

Saham ADRO ditutup terkoreksi 3,5 persen ke 2.740 dan disertai oleh peningkatan volume penjualan. Posisi ADRO saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [v] dari wave C dari wave (A), sehingga ADRO masih rawan melanjutkan koreksinya dan dapat dimanfaatkan untuk BoW.

Buy on Weakness: 2.600-2.680

Target Price: 3.000, 3.260

Stoploss: below 2.500

 

2.PT Astrindo Nusantara Infrastructure Tbk (BIPI) - Buy on Weakness

Saham BIPI ditutup menguat 1,8 persen ke 172 dan disertai oleh munculnya volume pembelian. Namun, selama BIPI belum mampu break 186 sebagai resistancenya, maka posisi BIPI saat ini sedang berada pada bagian dari wave [b] dari wave Y sehingga BIPI masih rawan berbalik terkoreksi.

Buy on Weakness: 156-168

Target Price: 194, 212

Stoploss: below 149

 

3. PT Surya Essa Perkasa Tbk (ESSA) - Buy on Weakness

Saham ESSA ditutup terkoreksi tipis ke 995 pada perdagangan Jumat, 10 Februari 2023, rentang pergerakan ESSA pun masih tertahan oleh MA20 dan MA200. Posisi ESSA saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [ii] dari wave C.

Buy on Weakness: 900-965

Target Price: 1.075, 1.140

Stoploss: below 850

 

4.PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) - Spec Buy

Saham TOWR ditutup menguat 2,8 persen ke 1.110 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Selama TOWR tidak menembus dibawah 1.075 sebagai stoplossnya, maka posisi TOWR saat ini sedang berada di awal wave (c) dari wave [b].

Spec Buy: 1.090-1.100

Target Price: 1.145, 1.190

Stoploss: below 1.075

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini