Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

BEI Sebut 38 Perusahaan Proses IPO, Ada Pertamina Geothermal Energy


Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 38 perusahaan yang masuk dalam proses pencatatan saham di BEI hingga 2 Februari 2023.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menuturkan, dari 38 calon perusahaan tercatat berbagai sektor di antaranya bergerak di bidang teknologi hingga transportasi dan logistik.

Hingga Januari ini, ada 11 perusahaan tercatat. Jadi, di pipeline ada 38 perusahaan," kata Nyoman dalam acara Temu Manajemen BEI, Kamis, 2 Februari 2023.

Dalam pipeline tersebut, terdapat anak usaha BUMN, yakni PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) 

"Kebetulan sudah masuk e-ipo, kemarin ada pubex Pertamina Geothermal Energy, sudah resmi sudah dapat kita expose," kata dia.

Dengan demikian, calon emiten berkode PGEO telah mendekati proses pencatatan saham di BEI. Berikut ini adalah 10 perusahaan yang akan melantai di BEI dalam waktu dekat ini.

PT Aviana Sinar Abadi Tbk (IRSX)

PT Haloni Jane Tbk (HALO)

PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ)

PT Hillcon Tbk (HILL)

PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING)

PT Lini Imaji Kreasi Ekosistem Tbk (FUTR)

PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP)

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)

PT Solusi Kemasan Digital Tbk (PACK)

PT Vastland Indonesia Tbk (VAST)

Di sisi lain, hingga 31 Januari 2023, terdapat 10 perusahaan baru yang mencatatkan sahamnya di BEI. BEI menargetkan akan ada 57 perusahaan yang tercatat di bursa pada tahun ini.

"Sehingga total perusahaan yang sudah tercatat di BEI mencapai 835. Target kita di akhir tahun ini 57 perusahaan naik dari target tahun lalu 56 perusahaan. Adapun realisasi jumlah perusahaan tercatat pada akhir 2022 mencapai 59 perusahaan," kata Direktur Utama BEI Iman Rachman.

Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan perusahaan tercatat di Indonesia paling besar diantara kawasan, yaitu sebesar 45,8 persen. Dari sisi jumlah di ASEAN, hanya kalah dari Malaysia.

"Per 31 Januari 2023, jumlah investor pasar modal sudah meningkat menjadi 10,4 juta SID, di mana investor sahamnya 4,5 juta. Akhir tahun lalu jumlahnya 10,3 juta dengan investor saham sebanyak 4,4 juta. Jadi ada peningkatan lebih dari 100 ribu investor baru dalam satu bulan," kata Iman.

Sementara itu, pertumbuhan investor pasar modal tahun ini ditargetkan meningkat 35 persen dari 10,3 juta atau naik sekitar 13 juta.

Sebelumnya, rencana PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara Tbk atau disebut Bank Sumut menggelar penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) belum dapat terealisasi.

Mengutip laman e-ipo, tertulis canceled atau batal dalam pengumuman IPO Bank Sumut di sistem e-ipo. Sebelumnya,masa periode book building atau masa penawaran berlangsung pada 5 Januari 2023-18 Januari 2023.

Diharapkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 Januari 2023. Namun, pada Selasa, 31 Januari 2023, di sistem e-ipo Bank Sumut justru tertulis cancel.

Saat ditanya mengenai hal tersebut, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menuturkan, selama proses hingga rencana penawaran umum peroleh pernyataan efektif dari OJK, calon perusahaan tercatat bersama dengan penjamin emisi dapat melakukan pembatalan atau pun penundaan rencana penawaran umum dengan pertimbangan tertentu.

“Alasan mengenai pembatalan ataupun penundaan tersebut sepenuhnya didasarkan kepada keputusan calon perusahaan tercatat bersama dengan penjamin emisi,” kata Nyoman kepada wartawan ditulis Rabu (1/2/2023).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini