Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Bola Ganjil: Cadangan Abadi, Cuma Jadi Pelengkap Skuad di Turnamen Besar

 


Membela negara di panggung internasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi pesepak bola. Apalagi jika dapat tampil di turnamen besar.

Anthony Seric merupakan salah satu nama yang memiliki catatan tragis karena urung mewujudkannya. Meski kerap masuk skuad turnamen, dia tidak pernah bermain di kompetisi utama.

Seric lahir di Sydney, Australia, dari imigran Kroasia. Dia memilih bermain untuk negara asal orang tua.

Keputusannya tidak salah. Seric jadi bagian tim yang menduduki peringkat tiga Piala Dunia 1998. Namun, kala itu dia tidak bisa menggeser pilihan utama Robert Jarni.

Seric tetap jadi bagian skuad Kroasia, termasuk untuk Piala Dunia 2002 dan 2006. Sayang dia kembali jadi pemain cadangan. Di Korea Selatan-Jepang, Jarni masih jadi pilar tim. Sementara pos bek kiri pertahanan jadi milik Marko Babic pada kompetisi di Jerman.

Artinya, Seric tidak sekalipun merumput pada 13 pertandingan yang dijalani Kroasia di tiga edisi Piala Dunia.

Penampilan internasional terakhir Seric terjadi pada kualifikasi Piala Eropa 2008, 6 September 2006 melawan Rusia. Total dia mendapat 16 caps.

Sementara Martin Silva lebih tragis lagi. Dengan Fernando Muslera jadi penjaga gawang utama Uruguay sejak 2009, para kiper lain harus terima hanya menghias bangku cadangan.

Tidak tanggung-tanggung, Silva sama sekali tidak bermain meski masuk skuad untuk tujuh turnamen. Rinciannya adalah Piala Dunia 2010, 2014, 2018, serta Copa America 2011, 2015, 2016, dan 2019 Copa America.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025