Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Ketua DPRD Sebut Joko Agus Setyono Terpilih Jadi Sekda DKI Jakarta

 


 

 

            Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi membenarkan kabar Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Bali Joko Agus Setyono ditunjuk menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) DKI definitif.

"Iya (Joko Agus Setyono ditunjuk menjadi sekda DKI definitif)," kata Prasetyo melalui pesan singkat, dikutip Rabu (15/2/2023).

 

            Pasalnya, beredar petikan Keputusan Presiden Republik Indonesa Nomor 13/TPA Tahun 2023 Tentang Pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Di Lingkungan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.

Berdasarkan surat keputusan yang Liputan6.com dapatkan, surat tersebut ditetapkan dan diteken Presiden Joko Widodo pada Senin, 13 Februari 2023.

"Mengangkat Sdr. Joko Agus Setyono, S.E., M.M., Ak., CA., CSFA, ACPA., CPA., NIP 196812111996031004, Pembina Utama Madya (IV/d), sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, terhitung sejak saat pelantikan dan kepadanya diberikan tunjangan jabatan struktural eselon I.b., sesuaiperaturan perundang-undangan," demikian bunyi petikan keputusan tersebut.

Pada dokumen tersebut dijelaskan bahwa Keputusan Presiden (Keppres) itu berlaku pada tanggal ditetapkan. Yang artinya pejabat BPK Bali itu resmi menjadi Sekda DKI yang sebelumnya dijabat Masrullah Matali.

"Salinan petikan, Keputusan Presiden ini disampaikan kepada yang bersangkutan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya," katanya.

Sebelumnya, BKD DKI Jakarta mengumumkan hasil akhir seleksi terbuka untuk jabatan Sekda DKI Jakarta. Diketahui, sebanyak tiga pejabat lolos tahap akhir seleksi.

Pengumuman itu disampaikan melalui dokumen Pengumuman Nomor 4 Tahun 2023 tentang hasil seleksi terbuka Jabatan pimpinan Tinggi Madya Sekda DKI Jakarta.

Surat pengumuman itu ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro selaku Ketua Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya pada 27 Januari 2023.

Adapun tiga nama itu antara lain, Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Bali Joko Agus Setyono, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Michael Rolandi Cesnanta Brata, serta Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma.

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan bahwa tiga nama kandidat calon Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta hasil seleksi lelang terbuka oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) telah diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Heru menyatakan bahwa tiga nama itu diserahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Tiga nama itu, kata Heru tengah dalam pembahasan pihak Istana untuk kemudian ditunjuk satu nama.

"Iya nanti kan akan dibahas di Istana. Iya pak mendagri sudah ngirim," kata Heru di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/2/2023).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini