Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bakti Kominfo Bangun Jaringan Internet di Desa untuk Perluas Jangkauan UMKM


Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui unit organisasi non-eselonnya, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), lakukan perluasan jaringan internet di desa-desa terpencilndi Indonesia.

"Tujuan kami, meningkatkan fleksibilitas, efektivitas, dan produktivitas pelaksanaan tugas. BAKTI dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan dan pengelolaan pembiayaan telekomunikasi dan informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan Kewajiban Pelayanan Universal/Universal Service Obligation atau USO," tutur Direktur Utama SEACTIV Willyando Denma, Kamis (16/2/2023).

menjalankan Kerja Sama Operasional dengan PT. Intermedia Net Nusaphala yang menaungi SEACTIV dan Lifepod Media, berupa pembangunan akses internet yang merupakan program penyediaan layanan fixed broadband atau akses internet untuk publik.

Melalui pembangunan akses internet ini, diharapkan masyarakat desa dapat menikmati konektivitas jaringan internet melalui jaringan selular dengan berbasis teknologi, tanpa dipungut biaya kepada penggunanya.

"Dengan tersedianya konektivitas jaringan internet diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat luas melalui pemanfaatan jaringan internet terutama bagi pelaku UMKM," katanya.

Pasalnya, pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung praktek-praktek bisnis sebagai penggerak ekonomi di perdesaan masih relatif rendah. Karena itu, langkah ini dinilai mampu mengatasi kesenjangan digital dan memanfaatkan potensi ekonomi digital.

“Dengan adanya official partnership ini harapannya monetisasi dari layanan akses WiFi BAKTI dapat optimal mendukung program pemerintah, dalam hal ini BAKTI KOMINFO dan SEACTIV bisa memberikan manfaat yang besar terhadap dunia bisnis periklanan digital serta dengan pemanfaatan juga penggunaan teknologi internet secara gratis atau yang biasa disebut Free kuota bandwidth WiFi," tutur Willyando.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini